Hizbullah Lebanon Luncurkan Serangan Rudal Baru ke Israel Utara
POROS PERLAWANAN — Hizbullah melaporkan serangan rudal terbaru yang menargetkan posisi Militer Israel di Wilayah utara Palestina yang Diduduki pada Rabu dini hari 4 Maret. Serangan tersebut menjadi bagian dari rangkaian operasi militer yang kembali digencarkan Kelompok Perlawanan tersebut.
Mengutip laporan Tasnim News Agency, Hizbullah menyatakan telah melancarkan 13 operasi militer terhadap pasukan Israel sepanjang Selasa. Operasi tersebut mencakup serangan terhadap pangkalan militer, posisi pasukan, serta area penempatan peralatan militer Israel di sepanjang perbatasan Lebanon dengan Wilayah Palestina yang Diduduki.
Kelompok “Perlawanan Islam Lebanon” itu juga menyebut berhasil menjatuhkan sebuah drone Israel di atas wilayah Nabatieh, Lebanon selatan.
Dalam operasi terbaru yang dilakukan Rabu dini hari, Hizbullah menyebut telah menembakkan sejumlah rudal ke lokasi konsentrasi pasukan Israel di kawasan Al-Mutla. Serangan tersebut disebut sebagai respons atas serangan Israel terhadap sejumlah kota dan wilayah di Lebanon, termasuk kawasan Dahiyeh di selatan Beirut.
“Pada pukul 01.20 dini hari Rabu, 4 Maret 2026, lokasi berkumpul pasukan musuh Israel di Al-Mutla menjadi sasaran serangan sejumlah rudal,” demikian pernyataan Hizbullah.
Dalam laporan statistik operasi militer yang dirilis Hizbullah, serangan juga dilaporkan menargetkan berbagai instalasi militer Israel di wilayah utara. Sasaran termasuk situs radar dan ruang kendali di Pangkalan Udara Ramat David Airbase yang disebut diserang menggunakan sejumlah drone tempur.
Selain itu, pangkalan udara Meron Air Base yang berfungsi sebagai pusat pengawasan dan pengelolaan operasi udara juga dilaporkan menjadi sasaran serangan drone. Serangan tersebut disebut menyebabkan kerusakan pada salah satu radar serta sebuah bangunan komando.
Hizbullah juga melaporkan serangan terhadap sejumlah posisi militer Israel lainnya, termasuk Pangkalan Nafah yang menjadi markas Brigade 210 Militer Israel di Dataran Tinggi Golan, barak Kela di Wilayah Golan yang Diduduki, posisi militer di Maayan Baruch di Galilea Atas, pangkalan Angkatan Laut Haifa, serta titik konsentrasi pasukan Israel di kawasan Hadhbat al-Ajl di utara permukiman Kfar Yuval.
Dalam pertempuran darat, Hizbullah mengeklaim telah menyerang tiga tank Merkava milik Militer Israel di beberapa lokasi, termasuk di kawasan Al-Samaqah, Tel Nahas di pinggiran Kfar Kila, serta wilayah Al-Mutla.
Pernyataan tersebut juga menyebut dua tank Merkava yang berusaha mendekati lokasi di Tel Nahas untuk mengevakuasi kendaraan yang rusak kembali diserang menggunakan rudal berpemandu. Pasukan Israel dilaporkan mengevakuasi korban luka di bawah perlindungan asap tebal.
Hizbullah menegaskan akan terus melanjutkan operasi militer sebagai respons atas serangan Israel terhadap wilayah Lebanon. Kelompok tersebut menyatakan komitmen untuk mempertahankan wilayah dan masyarakat Lebanon dari serangan Israel.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Politik Hizbullah, Mahmoud Qomati menyatakan kesabaran Kelompok tersebut telah mencapai batas setelah lebih dari satu tahun menahan diri dan memberi ruang bagi Pemerintah Lebanon untuk menyelesaikan konflik melalui jalur diplomatik.
“Kami bersabar demi rakyat dan untuk mencegah agresi lebih luas. Namun kesabaran memiliki batas. Kami tidak dapat terus menerima pembunuhan warga Lebanon dan penghancuran rumah mereka,” kata Qomati.
Ia juga menilai eskalasi terbaru serangan Israel terhadap Lebanon telah direncanakan sebelumnya dan pada akhirnya memaksa Kelompok tersebut kembali meningkatkan operasi perlawanan.
