Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Komandan Angkatan Laut IRGC Tantang Trump: Datang dan Kawal Sendiri Kapal di Selat Hormuz

POROS PERLAWANAN — Dilansir Al Mayadeen, ketegangan di kawasan Teluk Persia terus meningkat setelah Komandan senior Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melontarkan tantangan terbuka kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dalam pernyataan tegas pada Rabu 4 Maret, ia menegaskan bahwa kekuatan Militer Iran kini memegang kendali penuh atas perairan strategis di sekitar Iran, termasuk jalur vital energi dunia, Selat Hormuz.

Komandan tersebut memperingatkan bahwa mulai sekarang dunia harus mengakui aturan yang ditetapkan Iran di kawasan tersebut. Ia menegaskan tidak ada kapal perang asing yang berani mendekati wilayah Iran dalam radius 800 mil tanpa menghadapi konsekuensi serius.

Pernyataan itu juga menjadi respons langsung terhadap klaim Trump yang sebelumnya menyatakan bahwa Angkatan Laut AS siap mengawal kapal-kapal komersial melalui Selat Hormuz jika diperlukan. Menanggapi hal tersebut, Komandan IRGC melontarkan tantangan terbuka kepada Washington.

“Sekarang adalah waktunya untuk mengawal kapal-kapal itu. Datanglah dan kawal mereka,” katanya dengan nada mengejek.

Ia juga meragukan kemampuan Amerika Serikat untuk mengirim armada Militernya ke kawasan Teluk dalam situasi saat ini. Menurutnya, Washington bahkan tidak mampu menyelamatkan sekutunya yang terjebak di perairan Teluk, apalagi membuka jalur Selat Hormuz yang kini berada di bawah kendali Iran.

“Situasi di laut sekarang sudah sangat jelas,” tegasnya.

Lebih jauh, Komandan tersebut mengungkapkan bahwa Iran sebenarnya belum memperlihatkan sebagian besar kemampuan Militernya. Ia mengatakan bahwa hingga hari keempat konfrontasi yang sedang berlangsung, Teheran baru menggunakan sebagian kecil dari kekuatan yang dimilikinya.

“Selain rudal dan drone, kami belum menunjukkan apa pun di laut,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa Iran memiliki rencana besar untuk keterlibatan langsung yang dapat mengubah dinamika konflik di Kawasan.

Ia bahkan memperingatkan bahwa pasukan Iran mampu menjangkau personel Militer Amerika di mana pun mereka berada di kawasan Teluk. “Mereka tidak akan aman di mana pun,” katanya, sembari menyarankan warga Amerika agar segera meninggalkan wilayah tersebut karena kawasan itu merupakan zona operasi militer Iran.

Ancaman tersebut muncul di tengah eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Teheran diketahui terus melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan militer AS di Kawasan serta target di Wilayah Pendudukan Israel dalam rangkaian operasi militer yang mereka sebut sebagai Operasi True Promise 4.

Di sisi lain, IRGC pada Rabu 4 Maret secara resmi mengumumkan bahwa mereka telah mengambil alih kendali penuh atas Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan minyak paling penting di dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global melewati jalur sempit ini setiap hari.

Penasihat Politik Angkatan Laut IRGC, Mohammad Akbarzadeh menyatakan bahwa pasukan Garda Revolusi kini sepenuhnya mengendalikan Selat tersebut. Pernyataan ini semakin memperkuat kekhawatiran global mengenai stabilitas pasokan energi dunia.

Sementara itu, Penasihat Komandan IRGC, Ebrahim Jabbari juga melontarkan peringatan keras. Ia menegaskan bahwa Iran siap memblokir seluruh pengiriman minyak melalui Selat Hormuz jika eskalasi terus berlanjut.

“Setiap kapal yang mencoba melewati selat itu akan terbakar. Tidak setetes pun minyak akan diizinkan keluar,” tegasnya.

Pernyataan keras dari para pejabat Militer Iran ini menandai babak baru dalam konfrontasi yang semakin memanas di kawasan Teluk, sekaligus meningkatkan kekhawatiran dunia terhadap potensi konflik terbuka yang dapat mengguncang pasar energi global.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *