Jenderal AS Isyaratkan Eskalasi Operasi Epic Fury, Ancam Lancarkan Serangan Jarak Dekat ke Target Iran
POROS PERLAWANAN — Komandan Militer Amerika Serikat, Jenderal Dan Caine memberi sinyal peningkatan cepat Operasi Epic Fury. Pernyataan tersebut mengindikasikan fase baru operasi militer dengan intensitas lebih tinggi terhadap target yang dikaitkan dengan Iran.
Informasi tersebut disampaikan analis politik Amerika, Bill Mitchell melalui akun X @mitchellvii pada Rabu 5 Maret. Dalam penjelasannya, Caine menggambarkan situasi saat ini sebagai titik perubahan dalam penggunaan persenjataan.
Strategi militer disebut bergeser dari serangan jarak jauh tipe standoff menuju penggunaan senjata stand-in jarak dekat. Pendekatan ini membawa operasi tempur langsung mendekati target.
“Gas kini ditekan habis,” kata Caine, menggambarkan peningkatan tekanan militer ketika pasukan Amerika mempersempit jarak operasi terhadap target yang dikaitkan dengan Iran.
Pernyataan tersebut juga menyinggung kondisi Pemerintah Iran yang oleh pihak Amerika digambarkan “mulai runtuh”. Tidak ada penjelasan tambahan mengenai lokasi operasi maupun rincian taktis yang sedang berlangsung.
Eskalasi ini dipandang sebagai bagian dari pendekatan keamanan yang lebih agresif dalam kerangka kebijakan America First yang sering dikaitkan dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Strategi tersebut menekankan respons militer cepat, adaptasi taktis, serta penggunaan kekuatan besar untuk mencapai tujuan operasi.
