Puluhan Ribu Orang Amerika Kabur dari Asia Barat
POROS PERLAWANAN – Pada Sabtu malam 7 Maret, Kementerian Luar Negeri AS mengumumkan bahwa sejumlah besar warganya telah meninggalkan Asia Barat.
Dikutip Tasnim dari Associated Press, pernyataan Kementerian Luar Negeri AS menyebutkan bahwa setelah serangan terhadap Iran dimulai, lebih dari 28.000 warga Amerika telah meninggalkan Timur Tengah dan kembali ke Amerika Serikat.
Dalam pernyataan tersebut, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan bantuan keamanan dan transportasi bagi warganya untuk memudahkan keberangkatan mereka dari wilayah tersebut setelah serangan terhadap Iran.
Di waktu yang sama, Asosiasi Otomotif Amerika (AAA) juga mengumumkan bahwa setelah serangan teroris oleh Amerika Serikat dan Rezim Zionis terhadap Iran, harga bensin di Amerika Serikat kembali naik sebesar 9 sen per galon, dengan harga rata-rata mencapai $3,41, level tertinggi sejak Agustus 2024.
Menurut situs berita CNN, harga rata-rata bensin telah naik sebesar 43 sen dalam seminggu terakhir, kenaikan mingguan terbesar sejak awal Maret 2022. Kenaikan ini sebagai respons terhadap perang dengan Iran dan penutupan Selat Hormuz.
Sementara itu, The Washington Post, mengutip pejabat Amerika Serikat, melaporkan bahwa hingga saat ini, belum ada tanda-tanda terbentuknya gerakan rakyat di Iran yang menentang Pemerintah negara tersebut.
Menurut laporan itu, pejabat Amerika Serikat juga mengatakan bahwa belum ada tanda-tanda perpecahan di dalam Pemerintah Iran atau di kalangan pasukan keamanan yang dapat mengarah pada pembentukan rezim baru.
Dalam lanjutan laporannya, The Washington Post menyatakan bahwa penilaian rahasia oleh Dewan Intelijen Nasional AS menyimpulkan bahwa sekalipun Amerika Serika melancarkan serangan besar-besaran ke Iran, kemungkinan besar itu tidak akan mampu menggulingkan struktur militer dan agama yang telah mapan di Republik Islam.
