Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

Media Jerman: Perang Iran Bisa Menjadi ‘Perjudian Paling Berbahaya’ bagi Trump

POROS PERLAWANAN – Media Jerman, Focus menilai operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran berpotensi menjadi perjudian politik paling berisiko dalam masa kepresidenan Donald Trump, terutama menjelang Pemilu paruh waktu Kongres Amerika Serikat pada November mendatang.

Laporan yang dikutip Al Mayadeen pada Senin 9 Maret menyebut Trump menghadapi tekanan waktu untuk menunjukkan hasil nyata dari operasi militer tersebut sebelum pemilih Amerika kembali ke tempat pemungutan suara.

Artikel Focus menggambarkan serangan terhadap Iran sebagai “perjudian paling berbahaya dalam masa jabatan Trump”, di tengah meningkatnya keraguan publik Amerika terhadap arah kebijakan Washington.

Menurut laporan tersebut, ancaman utama bagi posisi politik Trump muncul dari persepsi publik Amerika yang tidak melihat strategi jangka panjang yang jelas dalam menghadapi Iran.

Sebagian besar warga Amerika dinilai tidak menemukan rencana konsisten dari Pemerintahan Trump terkait konflik tersebut.

Dukungan politik terhadap Trump juga disebut berada pada tingkat relatif rendah.

“Trump tidak mampu menanggung tekanan ini. Tingkat dukungannya saat ini tidak melebihi 40 persen”, tulis Focus.

Angka tersebut dinilai menjadi tantangan serius bagi seorang presiden yang akan menghadapi Pemilu paruh waktu Kongres dalam beberapa bulan mendatang.

Risiko Politik Domestik

Focus juga menyoroti pentingnya momentum politik dalam konflik tersebut.

Jika konflik terbatas pada operasi militer skala terbatas, Trump masih dapat meyakinkan pendukungnya bahwa Washington menunjukkan kekuatan tanpa menyeret Amerika Serikat ke perang jangka panjang. Namun jika konflik meningkat, opini publik Amerika dapat berubah dengan cepat.

“Apa yang dimulai sebagai manuver kebijakan luar negeri dapat berubah menjadi titik balik dalam politik domestik”, tulis artikel tersebut.

Iran Tolak Bahas Gencatan Senjata

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan Iran akan melanjutkan pertahanan nasional selama situasi masih menuntut langkah tersebut.

Araghchi menolak tuntutan Amerika Serikat terkait penyerahan tanpa syarat serta menilai pembahasan mengenai gencatan senjata masih terlalu dini pada tahap konflik saat ini.

Iran juga meminta Washington memberikan penjelasan atas serangan militer yang dilakukan terhadap wilayah Iran sebelum pembahasan mengenai penghentian konflik dilakukan.

Amerika Serikat bersama Israel memulai operasi militer terhadap Iran pada 28 Februari, dengan serangan yang menargetkan sejumlah wilayah termasuk Ibu Kota Teheran. Laporan awal menyebut kerusakan pada infrastruktur serta korban di kalangan warga sipil.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *