Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat

Statemen untuk Redakan Tekanan Justru Jadi Skandal Baru Militer Israel

POROS PERLAWANAN – Di saat Juru Bicara Militer Rezim Zionis mengeklaim bahwa ratusan anggota Hizbullah telah dibunuh, yang tujuannya adalah meredam tekanan domestik, beredarnya foto seorang aktivis Aljazair yang dinyatakan sebagai “Komandan Pasukan Quds yang tewas” memicu kegemparan baru di media sosial. Orang yang bersangkutan bahkan mengunggah pesan yang bernada sarkastis: “Ya Tuhan, ternyata aku sudah mati di Lebanon dan aku bahkan tidak menyadarinya!”

Diberitakan Fars, setelah Hizbullah bergabung dalam Perang Ramadhan, seluruh bagian utara Wilayah yang Diduduki menjadi sasaran serangan. Militer Israel, yang tidak mengantisipasi kemampuan dan jangkauan operasional Hizbullah seperti itu, kini berada di bawah tekanan domestik yang intens. Di Wilayah yang Diduduki, terutama di kalangan para pemukim utara, terdapat kritik tajam terhadap kinerja Militer. Mereka menuduh Benyamin Netanyahu dan Militer Rezim berbohong, karena sebelumnya mereka mengeklaim bahwa ancaman dari utara telah dihilangkan dan Hizbullah tidak lagi memiliki kemampuan untuk konflik berskala besar.

Tadi malam, Juru Bicara Militer Israel, Avichay Adraee merilis statemen untuk meredakan tekanan dan kritik terhadap Netanyahu dan Pemerintahannya. Adraee mengeklaim bahwa sejak dimulainya perang, “lebih dari 350 anggota Hizbullah—termasuk 15 komandan senior—telah dibunuh.”

Namun, reaksi media Israel begitu terburu-buru sehingga, dalam sebuah langkah yang aneh, mereka memublikasikan foto seorang aktivis Aljazair sebagai “Kepala Intelijen Divisi Palestina Pasukan Quds IRGC.”

Aktivis Aljazair bernama Anouar Malek menanggapi cuitan Militer Israel tersebut dengan menulis: “Ya Tuhan, saya sudah tewas di Lebanon dan saya bahkan tidak menyadarinya!” Ia juga menambahkan: “Militer Israel telah mengumumkan bahwa Anouar Malek tewas di Lebanon, yang dinyatakan sebagai ‘Ahmad Rasouli, Kepala Intelijen Divisi Palestina Pasukan Quds Iran.’”

Di media-media sosial Arab, blunder ini digambarkan sebagai “skandal terbaru Juru Bicara Militer Israel”, sebuah peristiwa yang memicu gelombang ejekan dan reaksi kritis di dunia maya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *