IRGC: Rudal Sijjil Masuki Medan Tempur dalam Gelombang ke-54 Operasi Janji Sejati 4, Targetkan Pusat Komando Israel
POROS PERLAWANAN — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan gelombang ke-54 Operasi Janji Sejati 4 pada Minggu 15 Maret. Dalam serangan terbaru ini, Iran untuk pertama kalinya mengerahkan rudal balistik strategis Sijjil sejak konflik terbaru dengan Israel meningkat.
Serangan tersebut diarahkan ke pusat komando yang memengaruhi operasi udara Israel serta infrastruktur industri militer di Wilayah Palestina yang Diduduki.
Menurut laporan Al Mayadeen, Departemen Humas IRGC menyampaikan peluncuran gelombang terbaru operasi tersebut menggunakan rudal balistik berbahan bakar padat Sijjil, salah satu sistem strategis jarak menengah milik Iran. Sistem ini disebut telah memasuki fase operasional dalam rangkaian serangan terhadap target Israel.
Selain Sijjil, IRGC juga menggunakan sejumlah sistem rudal lain dalam gelombang ke-54. Di antaranya Khorramshahr dengan hulu ledak sekitar dua ton, serta rudal Khaibar Shekan, Qadr, dan Emad.
Dalam pernyataan resmi, IRGC menyebut sasaran operasi meliputi pusat komando dan pengambilan keputusan yang memengaruhi operasi udara Israel, infrastruktur industri militer dan pertahanan, serta lokasi konsentrasi pasukan Militer Israel.
IRGC juga menyatakan gelombang serangan tersebut dipersembahkan untuk mengenang Mahdi Bakri dan Hamid Bakri, bersama para pejuang yang disebut sebagai martir Tigris Timur.
Di sisi lain, media Israel melaporkan penggunaan rudal Sijjil oleh Iran pada hari yang sama. Sistem tersebut diperkirakan memiliki jangkauan hingga sekitar 2.500 kilometer.
Sirene peringatan udara terdengar di wilayah Tel Aviv dan kawasan sekitarnya di Palestina yang Diduduki. Laporan media Israel menyebut sejumlah rudal menghantam area di sekitar kota tersebut.
Beberapa laporan juga menyebut kediaman Konsul Amerika Serikat di Israel terkena pecahan rudal. Layanan ambulans Israel melaporkan sedikitnya tiga orang terluka akibat serpihan roket di wilayah selatan Tel Aviv, sementara satu orang lainnya mengalami luka akibat pecahan yang jatuh di wilayah pusat.
Serangan tersebut merupakan bagian dari operasi militer Iran bertajuk “Janji Sejati 4”, yang diluncurkan Teheran sebagai respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di Iran. Dalam operasi tersebut, Iran menargetkan pangkalan dan kepentingan Amerika di Kawasan, sekaligus fasilitas strategis Israel di Wilayah Palestina yang Diduduki.
