IRGC: Jika Netanyahu Masih Hidup, Kami akan Mengejarnya Sampai Dia Dihukum
POROS PERLAWANAN — Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan operasi militer terhadap sejumlah target Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Operasi tersebut merupakan bagian dari gelombang ke-52 Operasi Janji Sejati 4.
Mengutip Al Manar pada Minggu 15 Maret, Departemen Hubungan Masyarakat IRGC menyebut serangan tersebut sebagai balasan atas korban yang disebut sebagai martir dalam insiden sebelumnya di kawasan industri Iran.
IRGC melaporkan serangan menyasar sejumlah titik di wilayah Israel dan tiga pangkalan militer Amerika Serikat di Kawasan tersebut. Target meliputi pangkalan udara Harir di Erbil, Irak, serta pangkalan Ali Salem dan Arifjan di Kuwait.
“Operasi gabungan pasukan Garda Revolusi dilaksanakan dalam gelombang ke-52 Operasi Janji Sejati 4 dengan simbol suci ‘Wahai Zainab yang Agung, semoga kedamaian menyertainya’”, tulis pernyataan resmi IRGC yang dikutip Al Manar.
Menurut pernyataan tersebut, rudal berat dan drone digunakan untuk menyerang fasilitas industri serta titik militer yang dikaitkan dengan Israel dan Amerika Serikat. IRGC juga menyebut operasi tersebut berdampak pada sejumlah sektor industri di Tel Aviv.
Dalam pernyataan yang sama, IRGC menyinggung situasi politik Israel setelah serangan berlangsung. IRGC juga menyampaikan ancaman terhadap Perdana Menteri Israel.
“Jika pembunuh anak ini masih hidup, kami akan terus mengejarnya dan membunuhnya dengan paksa”, tulis IRGC.
Ketegangan kawasan Timur Tengah terus meningkat seiring rangkaian serangan dan pernyataan keras antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir.
