IRGC Targetkan Pangkalan AS dan Fasilitas Ashdod-Rafael dalam Gelombang Serangan Balasan ke-60
POROS PERLAWANAN — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan gelombang ke-60 operasi militer bertajuk “Janji Sejati 4” dengan sasaran pangkalan-pangkalan Amerika Serikat di Kawasan serta fasilitas strategis di Wilayah Pendudukan. Serangan ini disebut sebagai bagian dari operasi berskala besar dengan dampak luas.
Mengutip Al Mayadeen pada Rabu 18 Maret, IRGC mengonfirmasi pelaksanaan operasi tersebut sebagai respons atas gugurnya Komandan Pasukan Perlawanan Basij, Brigadir Jenderal Gholam Reza Soleimani.
IRGC menyatakan operasi menyasar pusat-pusat agresi terhadap Iran di pangkalan regional AS dan Wilayah yang Diduduki, “dalam kerangka operasi yang kompleks dan berdampak besar”.
Target pangkalan AS dan fasilitas strategis
Sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat menjadi sasaran, termasuk Azraq, Al-Udeid, Al-Dhafra, Ali Al-Salem, dan Al-Kharj. Serangan menggunakan sistem rudal jarak jauh dan menengah berbahan bakar padat dan cair.
Jenis rudal yang digunakan meliputi “Emad”, “Qiam”, “Zulfiqar”, dan “Dezful”, dilengkapi rudal jelajah serta drone bunuh diri.
Selain itu, pusat dukungan udara dan logistik di Ashdod serta fasilitas industri militer Rafael juga masuk dalam daftar target. Serangan terhadap lokasi tersebut menggunakan sistem “Emad” dan “Qadr”.
IRGC menegaskan, “Pembunuhan keji dan pengecut terhadap sejumlah anggota Basij tidak akan memengaruhi mobilisasi puluhan juta anggota Basij Iran yang bersemangat.”
Pernyataan tersebut juga menekankan kelanjutan operasi militer. “Perang akan berlanjut sampai para agresor menyerah.”
Kelanjutan operasi sebelumnya
Sebelumnya, IRGC melaksanakan gelombang ke-59 yang menargetkan sejumlah lokasi di Beit Shemesh, Tel Aviv, dan Yerusalem, serta pangkalan militer Amerika Serikat di Kawasan.
Target mencakup pangkalan Al-Udeid, Ali Al-Salem, Fujairah, Sheikh Issa, dan Erbil. Operasi tersebut menggunakan rudal presisi jenis “Qadr”, “Emad”, “Fattah”, dan “Haj Qassem”, serta drone bunuh diri dalam kerangka strategi “operasi berbasis pengaruh”.
Serangkaian serangan balasan ini menunjukkan eskalasi berkelanjutan dalam dinamika konflik Kawasan, dengan fokus pada infrastruktur militer dan logistik musuh yang dinilai berperan dalam agresi terhadap Iran.
