Araghchi: Kami Tak Inginkan Gencatan Senjata Sementara, Tapi Akhir Perang secara Total, Permanen dan Menyeluruh
POROS PERLAWANAN – Dalam wawancara via telepon dengan Kantor Berita Kyodo Jepang, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Abbas Araghchi menekankan bahwa Teheran tidak mengupayakan “gencatan senjata sementara”, melainkan “akhir perang yang total, menyeluruh, dan permanen”.
Dilansir Fars, dalam percakapan yang berlangsung pada hari Sabtu 21 Maret itu, Araghchi menggambarkan serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Rezim Israel terhadap Iran sebagai “agresi yang ilegal dan tidak dapat dibenarkan”. Dia menyeru komunitas internasional untuk mengambil sikap menentang serangan-serangan tersebut.
Merujuk kepada upaya sejumlah negara untuk menengahi berakhirnya konflik, Menteri Luar Negeri Iran menekankan bahwa Teheran telah menolak usulan gencatan senjata sementara. Dia menekankan bahwa solusi akhir apa pun harus mencakup jaminan untuk mencegah serangan di masa depan, serta kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan selama konflik.
Araghchi menambahkan bahwa meskipun upaya diplomatik terus berlanjut, Amerika Serikat belum menunjukkan kesiapannya untuk mencapai solusi yang sejati.
Sementara itu, seorang pejabat senior Iran, dalam wawancara dengan al-Mayadeen, mengatakan bahwa serangan yang sedang dilancarkan Iran, yang dilakukan untuk membela negara, merupakan bagian dari rencana yang telah disusun berbulan-bulan lalu.
“Iran sedang melaksanakan rencana ini tahap demi tahap dengan kesabaran strategis yang besar,” tandasnya.
Pejabat Iran tersebut menambahkan bahwa, setelah menghancurkan infrastruktur pertahanan udara musuh, Iran kini memiliki kendali penuh atas langit musuh. Menurutnya, “dengan tercapainya kendali militer ini, Iran tidak melihat adanya prospek gencatan senjata segera.”
“Iran bermaksud untuk melanjutkan kebijakannya dalam melakukan serangan balasan terhadap pihak yang menyerang guna memberikan pelajaran bersejarah kepada agresi AS dan Israel, serta kepada Trump.”
