Loading

Ketik untuk mencari

Iran

IRGC: Klaim AS ‘Tak Menargetkan Sipil’ adalah Kebohongan Mutlak

POROS PERLAWANAN — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menolak keras klaim Militer Amerika Serikat yang menyatakan tidak menargetkan warga sipil dalam serangan terhadap Iran. Teheran menyebut pernyataan itu sebagai “kebohongan mutlak” dan menegaskan akan menentukan sendiri bentuk balasan atas setiap aksi teror lanjutan.

Mengutip Press TV, IRGC dalam pernyataan resminya pada Rabu 1 April menanggapi klaim terbaru Militer AS yang membantah keterlibatan langsung dalam sejumlah serangan mematikan terhadap pejabat Iran serta menepis tuduhan penargetan rumah warga dan fasilitas sipil.

“Kami sampaikan kepada Komando Pusat AS, pertama-tama, pernyataan bahwa tentara Anda tidak melakukan agresi terhadap rumah-rumah dan pusat-pusat sipil adalah kebohongan belaka,” bunyi pernyataan IRGC.

IRGC menegaskan Militer AS terlibat langsung dalam serangan terhadap rumah Pemimpin Revolusi Islam, sejumlah pejabat Iran, serta serangan ke sekolah di Minab, Iran selatan, yang menewaskan banyak korban sipil.

“Menurut dokumentasi yang tak terbantahkan, serangan terhadap rumah Pemimpin Revolusi Islam dan beberapa pejabat Iran, serta agresi terhadap sekolah Minab dan pembantaian para siswanya, merupakan contoh nyata operasi teroris dan anti-kemanusiaan yang dilakukan langsung oleh tentara Amerika,” lanjut pernyataan tersebut.

Dalam narasi resmi Iran, serangan terhadap sekolah dasar putri di Minab pada 28 Februari, hari pertama perang, menjadi salah satu simbol utama jatuhnya korban sipil. Otoritas Iran mengeklaim 168 anak berusia antara tujuh hingga 12 tahun tewas setelah rudal jelajah Tomahawk menghantam lokasi tersebut.

IRGC menegaskan Amerika Serikat tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas tindakan yang dilakukan sekutunya dalam konflik ini.

“Kehadiran dan partisipasi eksplisit tentara Amerika dalam koalisi teroris membuat negara itu bertanggung jawab secara langsung dan tanpa keraguan atas semua tindakan koalisi tersebut,” kata IRGC.

Pernyataan itu juga menegaskan Iran akan membalas setiap aksi pembunuhan, tanpa membedakan apakah serangan dilakukan langsung oleh Militer Amerika Serikat atau oleh Israel.

“Kami nyatakan sekali lagi. Baik tentara Amerika secara langsung melakukan kejahatan terorisme atau Rezim Zionis yang brutal melakukannya, Republik Islam akan memilih tanggapan yang setara.”

IRGC menambahkan ancaman pembalasan yang sebelumnya telah diumumkan tetap berlaku. Menurut mereka, 18 perusahaan teknologi dan kecerdasan buatan asal Amerika Serikat yang sebelumnya disebut dalam peringatan resmi akan tetap dianggap sebagai target sah.

Daftar yang disebut Iran mencakup sejumlah raksasa teknologi seperti Microsoft, Google, Amazon, Nvidia, Palantir, dan Oracle. Teheran menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut memasok teknologi kecerdasan buatan dan pengawasan digital yang digunakan Militer serta Badan Intelijen AS dalam operasi terhadap Iran.

IRGC menyatakan fasilitas milik perusahaan-perusahaan itu akan menjadi sasaran pembalasan “untuk setiap pembunuhan di Iran”, mulai Rabu pukul 20.00 waktu Teheran. Otoritas Militer Iran juga memperingatkan warga sipil untuk menjaga jarak setidaknya satu kilometer dari fasilitas yang terafiliasi dengan perusahaan-perusahaan tersebut.

Peringatan terbaru ini muncul ketika konflik bersenjata antara Iran dan kubu AS–Israel memasuki bulan kedua.

Sejak 28 Februari, Iran mengeklaim telah meluncurkan serangkaian serangan balasan terhadap instalasi militer Amerika Serikat di berbagai titik di kawasan Asia Barat, serta terhadap posisi Israel di Wilayah Pendudukan.

Teheran menyebut operasi tersebut sebagai bentuk pembelaan diri yang sah menurut hukum internasional, sambil menyebut Amerika Serikat dan Israel melakukan kejahatan perang melalui serangan terhadap infrastruktur sipil, termasuk sekolah, rumah sakit, dan permukiman warga.

Dalam beberapa pekan terakhir, pejabat Iran berulang kali menjadikan serangan ke sekolah Minab dan penargetan rumah para pejabat senior sebagai bukti yang mereka sebut menunjukkan pola serangan teror terhadap Iran.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *