Upaya Sensor Fakta-fakta Kasus Epstein, Trump Pecat Jaksa Agung AS
POROS PERLAWANAN – Dalam langkah yang tampaknya bertujuan untuk menyensor fakta-fakta seputar kasus Jeffrey Epstein, Presiden AS Donald Trump telah memberhentikan Jaksa Agung negara tersebut.
Fars memberitakan, Trump pada hari Kamis 2 April memberhentikan Pam Bondi dari jabatannya sebagai Jaksa Agung AS. Beberapa rekan dekat Trump telah lama merasa tidak puas dengan penanganan Bondi terhadap kasus pelaku perdagangan seks anak, Jeffrey Epstein.
CNN melaporkan, para orang dekat Trump percaya bahwa komentarnya mengenai masalah tersebut menciptakan kesan bahwa Pemerintah secara tidak pantas menyembunyikan dokumen dari publik.
Secara khusus, banyak pihak yang kesal karena dalam wawancara dengan Fox News pada Februari 2025, Bondi mengatakan daftar klien Epstein “ada di mejaku saat ini untuk ditinjau”. Namun Kementerian Kehakiman kemudian mengumumkan bahwa daftar semacam itu tidak ada.
Bondi juga dijadwalkan untuk bersaksi di hadapan Komite Pengawasan DPR pada akhir bulan ini terkait kasus Epstein dan sedang menghadapi panggilan pengadilan.
Bondi awalnya merilis lebih dari dua ratus halaman dokumen asli dan bahkan membagikan map berisi dokumen-dokumen tersebut kepada beberapa pendukung sayap kanan untuk menunjukkan komitmennya terhadap transparansi.
Langkah-langkah ini secara lahiriah dipandang sebagai dukungan terhadap janji kampanye Trump mengenai transparansi. Namun, kinerja Bondi yang sebenarnya dengan cepat berubah menjadi titik lemah politik.
Klaim mengenai “daftar klien Epstein ” resmi tersebut kemudian dibantah oleh Kementerian Kehakiman sendiri. Dalam sebuah memo pada Juli 2025, Kementerian Kehakiman menyatakan bahwa tinjauan menyeluruh terhadap dokumen-dokumen tersebut menunjukkan tidak adanya daftar klien tunggal semacam itu. Kementerian Kehakiman juga mengaku bahwa tidak ditemukan bukti yang kredibel mengenai pemerasan yang dilakukan Epstein terhadap individu-individu berkuasa atau kebutuhan akan penyelidikan baru terhadap pihak lain.
Sebagian besar yang dirilis terdiri dari catatan penerbangan, daftar kontak, dokumen-dokumen yang tersebar, dan bukti yang telah tersedia dalam kapasitas terbatas.
Penerbitan dokumen tersebut disertai dengan penundaan berulang, sensor yang luas, dan janji-janji yang tidak terpenuhi.
Pada akhirnya, jutaan halaman dokumen dirilis dengan penundaan dalam beberapa bulan berikutnya, tetapi para pendukung Trump percaya bahwa bagian-bagian penting masih disembunyikan atau tidak diungkapkan dengan benar.
Banyak pendukung Trump menuduhnya melakukan penyembunyian dan manajemen yang buruk, dan hal ini merugikan karier politiknya.
Trump juga marah karena Bondi tidak cukup menindak musuh-musuh politiknya dan bahwa tindakannya hanya memperkuat keraguan terhadap dirinya.
