Jubir Kemenlu Iran: Agresi Israel ke Lebanon di Tengah Gencatan Senjata adalah Contoh ‘Penipuan Dini’ AS
POROS PERLAWANAN – Pada Rabu malam 8 April, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei memublikasikan cuitan Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif, yang secara eksplisit menyebutkan penghentian permusuhan dan agresi militer Rezim Israel di Lebanon sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata Iran-AS. ia menulis: “Jika ini [klaim juru bicara Gedung Putih bahwa Lebanon bukan bagian dari gencatan senjata] bukanlah contoh lain dari penipuan prematur Amerika, lalu apa lagi?!”
Diberitakan Fars, perlu dicatat bahwa pejabat AS, hanya beberapa jam setelah pengumuman perjanjian gencatan senjata dengan Iran—yang seharusnya mencakup semua front mulai dari Lebanon ke depan—secara tiba-tiba menyatakan bahwa masalah Lebanon bukanlah bagian dari perjanjian gencatan senjata dengan Iran. Padahal. Perdana Menteri Pakistan, sebagai mediator dalam perjanjian gencatan senjata, telah secara eksplisit menyatakan bahwa penghentian aksi militer terhadap Lebanon merupakan bagian dari perjanjian gencatan senjata dengan Iran.
Pada Rabu kemarin, Rezim Zionis telah menewaskan atau melukai lebih dari seribu warga Lebanon dengan menyerang kawasan pemukiman di Lebanon.
Tadi malam, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan gencatan senjata di front Lebanon sebagai salah satu komponen perjanjian gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat. Dengan menyatakan bahwa kejahatan yang dilakukan Rezim Zionis terhadap Lebanon hari ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap perjanjian ini, ia menekankan tanggung jawab langsung Pemerintah AS dalam hal ini.
