Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Upaya Trump Adu Domba Araghchi dan IRGC Malah Jadi Bumerang

POROS PERLAWANAN – Sebuah tindakan aneh bin ajaib dilakukan Donald Trump di platform media sosial X. Presiden AS itu mencoba memanfaatkan rekaman suara seorang personel Angkatan Laut Korps Pengawal Revolusi Islam untuk mewujudkan tujuannya. Namun upaya itu justru berbalik menyudutkannya.

Dilansir Fars, di saat Selat Hormuz sekali lagi dinyatakan ditutup oleh Korps Garda Revolusi Islam, yang sekaligus membantah klaim Presiden AS sehari sebelumnya, Trump mengunggah video dan mencuit: “Baru saja: Angkatan Laut IRGC, melalui Radio Maritim Bebas, menyebut Menteri Luar Negerinya sendiri ‘bodoh’.”

Namun, faktanya segera terungkap. Dalam file audio tersebut, seorang prajurit Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran berkata kepada kapal-kapal yang berlabuh di dekat Selat Hormuz:

“Ini Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran memanggil Anda di saluran 16.”
“Apakah Selat Hormuz masih ditutup?”
“Selat Hormuz masih ditutup,”
“Kami akan membukanya atas perintah pemimpin kami, Imam Khamenei, bukan karena cuitan satu orang tolol.”
“Jika Anda ingin melintasi Selat, Anda harus mendapatkan izin dari Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran.”
“Semua kapal yang memiliki hubungan apa pun dengan musuh-musuh kami akan menjadi sasaran jika mereka mencoba melintasi Selat Hormuz.”

Sebagaimana telah ditunjukkan oleh banyak netizen dalam komentar di bawah postingan ini, yang mereka gunakan untuk mengolok-olok Trump, personel Angkatan Laut IRGC tersebut sebenarnya tidak merujuk pada Menteri Luar Negeri Iran, melainkan pada Trump sendiri ketika ia menggunakan kata “satu orang tolol”.

Seorang netizen menulis di bawah postingan Trump: “Tidak. Mereka menyebut Trump “tolol”, tapi kau menyebarkan kebohongan untuk membuat senang orang-orang bodoh pendukungmu di MAGA.”

Ratusan komentar lain yang berisi pendapat serupa telah diposting di bawah unggahan Trump. Para netizen luar negeri telah mengingatkan Trump bahwa penggunaan kata “tolol” oleh Korps Pengawal Revolusi Islam justru merujuk kepada dirinya sendiri.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *