Kataib Hizbullah Irak Puji Hizbullah Lebanon, Soroti Penguatan ‘Kesatuan Front’
POROS PERLAWANAN — Pejabat keamanan Kataib Hizbullah Irak, Abu Mujahid al-Assaf memuji ketahanan Hizbullah di Lebanon sebagai model efektif dalam perang asimetris, sembari mendorong penguatan konsep “kesatuan front” di antara Kelompok Perlawanan Kawasan.
Mengutip laporan Al-Mayadeen, pada Minggu 19 April, al-Assaf menilai keteguhan Hizbullah telah melahirkan “model baru” dalam konflik tidak seimbang dan memaksa pihak lawan menerima kesepakatan. Ia menyebut hasil tersebut sebagai kemenangan yang jelas, meski di tengah tekanan eksternal dan kompleksitas internal Lebanon.
Ia menambahkan bahwa konsep “kesatuan front” telah memberi dampak terhadap lawan, serta mendorong pengembangan mekanisme koordinasi yang lebih luas antar-Kelompok Perlawanan guna meningkatkan efektivitas menghadapi Amerika Serikat dan Israel.
Di tingkat domestik Irak, al-Assaf mengungkap adanya kesepahaman antara Kataib Hizbullah dan mediator lokal terkait pengamanan fasilitas yang ia sebut sebagai “Kamp al-Tawhid”, yang dikaitkan dengan kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad. Kesepakatan itu, menurutnya, mencakup soal tidak menjadikan kawasan permukiman sebagai target.
Ia juga menegaskan Kelompoknya akan terus mendorong pengakhiran apa yang disebut sebagai “pengaruh pendudukan” dalam institusi resmi Irak.
Dalam konteks politik dalam negeri, al-Assaf menyatakan bahwa jika kandidat tertentu gagal disepakati untuk posisi perdana menteri, maka pemimpin pemerintahan seharusnya dipilih dari dalam blok politik terkait, seraya menolak dominasi satu pihak atas jabatan strategis.
Secara regional, ia turut menyinggung situasi di Kuwait, mengkritik kebijakan yang dinilai merugikan sebagian kelompok masyarakat serta memperingatkan potensi dampaknya.
Pernyataan ini mencerminkan upaya konsolidasi lintas kelompok dalam Poros Perlawanan, sekaligus menegaskan keterkaitan erat antara dinamika keamanan regional dan konfigurasi politik domestik di Irak.
