Analis Israel: Iran Pemenang Akhir, Peran AS di Teluk Kian Menurun
POROS PERLAWANAN — Seorang analis Israel menilai Iran berpotensi menjadi pemenang akhir dalam konflik dengan Amerika Serikat dan Israel, seraya menyebut pengaruh Washington di kawasan Teluk semakin menurun.
Berdasarkan laporan Fars News Agency pada Rabu 22 April, pernyataan tersebut disampaikan oleh analis dan aktivis politik Israel-Amerika, Alon Mizrahi melalui akun pribadinya di platform X.
Dalam analisisnya, Mizrahi menyatakan bahwa baik melalui jalur diplomasi maupun militer, Iran berada pada posisi yang mengarah pada kemenangan strategis. Ia menilai Teheran berpotensi kembali mengukuhkan diri sebagai aktor sah dalam tatanan internasional, sekaligus pusat pengembangan ilmu pengetahuan, produksi, dan pembangunan di kawasan Asia Barat.
“Iran adalah entitas budaya, sosial, dan politik paling signifikan di Asia Barat serta pemimpin ideologis bagi Global South. Ini adalah hasil akhir dari dinamika yang sedang berlangsung”, tulisnya.
Ia juga menyoroti keterbatasan kemampuan Washington dalam memengaruhi arah konflik. Menurut Mizrahi, meskipun AS masih berupaya mempertahankan citra sebagai aktor dominan, realitas di lapangan menunjukkan penurunan kapasitas tersebut.
“Amerika Serikat mencoba memberi kesan bahwa mereka masih dapat menentukan hasil, tetapi pada kenyataannya tidak,” ujarnya.
Dalam pernyataannya, Mizrahi bahkan menyimpulkan bahwa AS tidak lagi memiliki relevansi strategis dalam menentukan masa depan kawasan Teluk.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya kritik dari berbagai media dan lembaga pemikir Barat terhadap pendekatan militer Washington yang dinilai mahal namun minim hasil terhadap Iran.
Di sisi lain, narasi resmi Pemerintah AS di bawah kepemimpinan Donald Trump yang masih menekankan keberhasilan dalam melemahkan kapasitas militer Teheran, menjadi klaim yang semakin lemah dan diperdebatkan di ruang publik internasional.
