Data Vortexa Bantah Klaim Trump, Puluhan Tanker Minyak Iran Tembus Blokade AS
POROS PERLAWANAN – Puluhan tanker minyak Iran berhasil menembus blokade laut Amerika Serikat sejak pemberlakuan embargo pada 13 April. Temuan ini berdasarkan data perusahaan pelacak kapal Vortexa yang dimuat dalam laporan Financial Times, pada Selasa 22 April.
Sedikitnya 34 kapal tanker tercatat melintasi jalur perairan meskipun pembatasan diberlakukan. Sebanyak 19 kapal keluar dari Teluk Persia menuju pelabuhan internasional, sementara 15 kapal lainnya masuk dari Laut Arab menuju pelabuhan Iran.
Data Vortexa mencatat enam tanker yang keluar dari Teluk Persia membawa minyak mentah Iran sekitar 10,7 juta barel. Nilai muatan itu mencapai sedikitnya 910 juta Dolar AS.
Salah satu kapal yang teridentifikasi adalah Dorena, supertanker berbendera Iran. Kapal ini meninggalkan perairan Iran pada 17 April dan sehari kemudian terdeteksi berada di lepas pantai selatan India. Dorena masuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat dan menjadi bagian penting dari armada ekspor minyak Iran.
Vortexa juga mencatat dua tanker lain yang terkena sanksi berhasil melintasi pembatasan pada 20 April. Beberapa kapal berbendera negara berbeda juga tercatat memasuki Teluk Persia dalam beberapa hari berikutnya.
Temuan ini bertolak belakang dengan pernyataan Presiden AS, Donald Trump yang menyebut blokade laut terhadap Iran sangat sukses. Trump mengeklaim langkah tersebut telah mengurangi pendapatan minyak dan perdagangan Iran hingga ratusan juta dolar.
Pemerintah Iran mengecam blokade itu sebagai tindakan ilegal dan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang rapuh. Teheran menyatakan akan merespons penyitaan kapal oleh pasukan Amerika Serikat di perairan regional dan internasional.
Media Iran melaporkan aparat Militer menyita sedikitnya tiga kapal di Selat Hormuz karena pelanggaran aturan pelayaran. Selat Hormuz menjadi jalur vital yang kini diawasi ketat sejak eskalasi konflik pada awal Maret.
Otoritas Iran memberi sinyal kemungkinan pelonggaran pembatasan di Hormuz jika Amerika Serikat mencabut blokade dan sanksi terhadap negara tersebut. Situasi ini turut mempersulit upaya diplomatik lanjutan antara Teheran dan Washington setelah perundingan sebelumnya berakhir tanpa kesepakatan pada 12 April.[]
