Hizbullah Kritik Pemerintah Lebanon yang Berunding dengan Israel Tanpa Daya Tawar Apa pun
POROS PERLAWANAN – Dalam wawancara dengan stasiun televisi Qatar, al-Arabi, Wakil Ketua Dewan Politik Hizbullah Lebanon, Mahmoud Qamathi mengatakan bahwa “tujuan Pendudukan dalam negosiasinya dengan Pemerintah Lebanonn adalah melucuti senjata Perlawanan.”
Diberitakan Fars, Qamathi juga menyoroti konsesi-konsesi yang diberikan Pemerintah Lebanon secara cuma-cuma kepada Rezim Zionis. “Pemerintah Lebanon memasuki negosiasi tanpa memiliki daya tawar apa pun,” kata Qamathi.
Dia kemudian mengkritik negosiasi langsung antara Pemerintah Lebanon dan Rezim Zionis dengan mengatakan, “Negosiasi langsung berarti mengakui musuh yang telah membunuhi rakyat kami.”
“Kami telah memutuskan untuk tidak kembali ke situasi yang di situ kami diserang tanpa balasan.”
“Terlepas dari hasil negosiasi apa pun, kami tidak akan pernah setuju dengan normalisasi pendudukan.”
Sehubungan dengan kondisi saat ini, Qamathi mengatakan,“Kami kini bertempur di tanah kami sendiri, di bawah bendera gencatan senjata. Jika gencatan senjata berakhir, perang akan berlanjut secara luas dan tanpa batas.”
Menanggapi pelanggaran gencatan senjata yang berulang kali dilakukan Rezim Israel, Perlawanan Lebanon telah melancarkan serangan terhadap pasukan Israel di selatan Lebanon.
Beberapa jam sebelum ini, berbagai media berbahasa Ibrani mengumumkan bahwa 45 tentara Israel terluka di selatan Lebanon selama dua hari terakhir.
