Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Kemenhan Iran: Sebagian Besar Kekuatan Rudal Belum Digunakan

POROS PERLAWANAN — Juru Bicara Kementerian Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Reza Talaei-Nik menyatakan Angkatan Bersenjata Iran tetap menguasai ruang udara wilayah yang dikuasai Israel hingga menjelang gencatan senjata, sementara sebagian besar kapasitas rudal nasional masih belum digunakan. Pernyataan itu disampaikan dalam program dialog televisi Jumat malam, dan dikutip Fars News Agency pada Sabtu 25 April.

Dalam pernyataannya, Talaei-Nik juga mengenang para korban dari kalangan komandan, prajurit, dan warga sipil yang syahid dalam konflik yang disebut sebagai “Perang Besar Ramadan”, dan menyebut bahwa sejumlah pejabat tinggi Militer dan pertahanan gugur syahid pada tahap awal konflik.

Talaei-Nik kemudian memaparkan perkembangan konflik yang berlangsung selama 55 hari, terdiri dari sekitar 40 hari konfrontasi militer langsung dan 15 hari dalam situasi gencatan senjata.

Menurut Talaei-Nik, Iran mencatat tujuh capaian utama dalam konflik tersebut. Capaian pertama adalah keberhasilan militer. Ia menyebut upaya lawan untuk menghancurkan kemampuan pertahanan dan rudal Iran tidak tercapai. Selain mempertahankan kendali udara, Iran juga masih menyimpan sebagian besar kapasitas serangan rudalnya.

Lebih lanjut Talaei-Nik menambahkan bahwa seluruh pangkalan militer Amerika Serikat di Kawasan berada dalam jangkauan serangan Iran, yang menunjukkan kapasitas ofensif negara tetap terjaga.

Capaian kedua disebut sebagai keberhasilan politik. Menurutnya, sistem pemerintahan tetap stabil meski terjadi serangan terhadap pemimpin dan komandan pada fase awal konflik.

Capaian ketiga adalah terjaganya keutuhan wilayah nasional. Talaei-Nik menyebut upaya separatisme yang didukung pihak luar berhasil digagalkan melalui operasi intelijen dan keamanan.

Pada aspek sosial, ia menyebut mobilisasi publik sebagai capaian keempat. Lebih dari 30 juta orang tercatat mendaftar dalam kampanye nasional untuk mendukung pertahanan negara.

Capaian kelima adalah terjaganya keamanan dalam negeri. Ia menyatakan upaya menciptakan instabilitas internal tidak berhasil.

Capaian keenam terkait aspek geopolitik. Talaei-Nik menyoroti peran Selat Hormuz yang berada dalam kendali Iran dan menjadi instrumen tekanan strategis. Ia mengeklaim pengendalian di kawasan tersebut memaksa pasukan lawan mundur beberapa kali dari Laut Oman.

Capaian ketujuh adalah terbentuknya dukungan internasional. Ia menyebut upaya membangun koalisi anti-Iran tidak berhasil, sementara gelombang kritik terhadap kebijakan Amerika Serikat meningkat di berbagai negara.

Selain itu, Talaei-Nik menyebut tiga agenda yang masih berlangsung. Pertama, tuntutan kompensasi atas kerugian perang. Kedua, proses hukum terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab. Ketiga, penguatan sistem pencegah untuk menghadapi ancaman di masa depan.

Talaei-Nik menegaskan kekuatan pertahanan Iran ditopang oleh investasi jangka panjang di sektor industri militer. Saat ini lebih dari 1.000 jenis persenjataan diproduksi secara domestik dengan dukungan sekitar 9.000 perusahaan.

Menurutnya, sistem produksi tetap berjalan meski sebagian fasilitas terdampak, karena jaringan industri pertahanan tersebar di berbagai wilayah dan didukung kemampuan teknis serta logistik yang berkelanjutan.

Di akhir pernyataan, Talaei-Nik menekankan bahwa hasil konflik tidak hanya ditentukan oleh operasi militer, tetapi juga oleh dukungan Pemerintah, peran media, partisipasi masyarakat, dan jalur diplomasi.

Tags: