Ancaman Trump ke Infrastruktur Minyak Terbukti ‘Tumpul’, Data Ungkap Ketahanan Logistik Iran
POROS PERLAWANAN — Laporan Fars News Agency pada Minggu 26 April, menyebut ancaman terbaru Donald Trump terhadap infrastruktur minyak Iran tidak berdampak signifikan. Data internasional menunjukkan Iran memiliki cadangan tersembunyi dan sekitar 120 juta barel stok terapung yang menopang stabilitas operasional sektor energi.
Analisis TankerTrackers menunjukkan sistem penyimpanan minyak Iran tidak bergantung pada terminal utama seperti Pulau Khark. Iran membangun arsitektur distribusi yang tersebar dan sulit dilacak, termasuk fasilitas bawah tanah untuk penyimpanan kondensat gas. Pola ini membatasi efektivitas pemantauan satelit.
Iran juga memanfaatkan kapal tanker berkapasitas sangat besar atau VLCC sebagai penyimpanan terapung. Total kapasitasnya diperkirakan mencapai 120 juta barel. Skema ini meningkatkan fleksibilitas distribusi sekaligus menjaga kontinuitas pasokan.
Dalam skenario Tekanan Maksimum, Iran dinilai mampu mempertahankan kapasitas penyimpanan berkelanjutan setidaknya selama satu bulan. Pengalaman sebelumnya memperkuat asumsi ini. Pada periode pertama kebijakan Tekanan Maksimum oleh Pemerintahan Trump, ekspor minyak Iran turun hingga di bawah 300 ribu barel per hari, namun tidak berhenti sepenuhnya.
Struktur penjualan yang tersebar dan infrastruktur tersembunyi membuat sistem energi Iran tetap berjalan di bawah tekanan jangka pendek. Ketahanan ini ditopang kombinasi pengalaman menghadapi sanksi dan distribusi cadangan yang dirancang adaptif terhadap gangguan eksternal.
