Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Penasihat Pemimpin Tertinggi: Alih-alih Lemahkan Iran, Blokade AS Akan Berbalik Lumpuhkan Sistem Global

POROS PERLAWANAN — Penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran, Mohammad Mokhber memperingatkan blokade laut Amerika Serikat tidak akan melemahkan Iran, tetapi justru berisiko mengguncang sistem energi dan ekonomi global. Pernyataan ini mempertegas eskalasi retorika di tengah ketegangan kawasan Teluk Persia.

Mokhber menolak pernyataan bahwa blokade dapat melumpuhkan Iran. Menurutnya, posisi Iran dalam penguasaan sumber daya energi global membuat tekanan semacam itu tidak efektif. “Saat sekitar 20 persen minyak dunia dan lebih dari 18 triliun meter kubik gas berada dalam kendali kami, blokade laut tidak akan membawa Iran ke masa keterbelakangan, tetapi justru akan membekukan sistem dominasi global,” ujarnya, seperti dilaporkan Press TV pada Kamis 30 April.

Ia menambahkan bahwa kapasitas transit bernilai puluhan miliar Dolar di kawasan Teluk Persia memperkuat posisi strategis Iran dalam jalur perdagangan energi dunia. Pernyataan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Teluk Persia yang diperingati setiap 30 April.

Peringatan itu juga dimanfaatkan pejabat tinggi Iran untuk menegaskan kembali narasi historis kedaulatan Kawasan. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf mengingatkan keberhasilan Iran mengusir kekuatan kolonial Eropa pada 1622 setelah lebih dari satu abad pendudukan. “Kami memperingati hari ini sebagai simbol kemenangan dan kedaulatan nasional”, tulisnya.

Ghalibaf menegaskan pengelolaan Selat Hormuz akan menjadi kunci masa depan Kawasan. Menurutnya, kontrol atas jalur strategis tersebut dapat membuka peluang stabilitas dan kemakmuran regional tanpa campur tangan Amerika Serikat.

Pernyataan pejabat Iran muncul setelah Presiden AS, Donald Trump kembali melontarkan ancaman militer, termasuk opsi menghancurkan infrastruktur Iran untuk memaksa pembukaan Selat Hormuz. Ancaman tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan Washington dalam menghadapi kebuntuan konflik.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital bagi distribusi energi global, dengan sebagian besar ekspor minyak dunia melintasi perairan ini. Setiap gangguan atau pembatasan akses berpotensi langsung memengaruhi harga energi dan stabilitas ekonomi internasional.

Dengan posisi geografis dan kapasitas energi yang dimiliki, Iran menegaskan tetap memiliki leverage strategis dalam menghadapi tekanan eksternal. Pernyataan Mokhber menandai bahwa konflik tidak hanya berlangsung pada level militer, tetapi juga dalam perebutan kendali atas arsitektur energi global.

Tags: