Laporan Intelijen AS Bantah Klaim Trump soal Kehancuran Total Rudal Iran
POROS PERLAWANAN — Media Amerika Serikat, The Washington Post melaporkan penilaian intelijen rahasia AS menyebut Iran masih mempertahankan lebih dari 70 persen kemampuan rudalnya, meski selama berminggu-minggu menjadi sasaran serangan Amerika Serikat dan Israel.
Laporan yang terbit pada Kamis (7/5/2026) itu mengutip tiga sumber yang mengetahui hasil evaluasi komunitas intelijen Amerika terkait kondisi militer Iran pascaperang.
Menurut analisis tersebut, Teheran masih memiliki kemampuan rudal yang signifikan dan tidak mengalami kehancuran total sebagaimana berulang kali diklaim Presiden Donald Trump.
Washington Post menyebut penilaian rahasia lembaga intelijen AS terhadap Iran cenderung lebih realistis dibanding pernyataan publik pemerintah Amerika selama konflik berlangsung.
Seorang pejabat AS yang dikutip laporan itu mengatakan Iran masih mempertahankan sekitar 75 persen peluncur rudal bergerak yang dimilikinya sebelum perang, serta sekitar 70 persen stok rudal pra-konflik.
Pejabat tersebut juga menyebut terdapat indikasi Iran berhasil memulihkan hampir seluruh fasilitas penyimpanan rudal bawah tanahnya, memperbaiki sebagian rudal yang mengalami kerusakan, bahkan merakit sejumlah rudal baru yang sebelumnya hampir selesai diproduksi sebelum perang dimulai.
Laporan tersebut bertolak belakang dengan klaim Trump selama konflik yang menyatakan sekitar 97 persen kemampuan rudal Iran telah dihancurkan.
Namun dalam pernyataan terbaru di Gedung Putih pada Rabu lalu, Trump mulai mengurangi klaim tersebut. Ia mengatakan kemampuan rudal Iran “sebagian besar telah dihancurkan” dan memperkirakan Teheran hanya memiliki sekitar 18 hingga 19 persen kekuatan rudalnya dibanding sebelum perang.
Menurut Washington Post, Iran diperkirakan memiliki sekitar 2.500 rudal balistik dan ribuan drone sebelum konflik dimulai.
Senjata-senjata itu kemudian digunakan Iran dalam serangan balasan terhadap pangkalan dan fasilitas militer Amerika di kawasan Timur Tengah.
Salah satu pejabat Amerika juga mengakui bahwa waktu yang dibutuhkan Iran untuk kembali memproduksi rudal balistik dalam skala besar kini diperkirakan lebih singkat dibanding sebelumnya.
Di sisi lain, Washington Post sebelumnya juga menerbitkan laporan visual yang menunjukkan serangan udara Iran telah merusak atau menghancurkan sedikitnya 228 bangunan dan fasilitas di pangkalan militer AS di berbagai wilayah Timur Tengah.
Jumlah tersebut disebut jauh lebih besar dibanding pengakuan resmi pemerintah Amerika selama ini.
