Delegasi Palestina ke Uni Eropa Peringatkan Ancaman Serius terhadap Umat Kristen di Gaza
POROS PERLAWANAN — Delegasi Komite Kepresidenan Tinggi Urusan Gereja Palestina memperingatkan Uni Eropa mengenai ancaman serius yang dihadapi komunitas Kristen Palestina di Gaza akibat kebijakan Israel yang terus berlangsung di wilayah terkepung tersebut. Peringatan itu disampaikan dalam pertemuan resmi dengan pejabat Uni Eropa di Brussel, Sabtu (9/5), sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi Palestina, WAFA.
Dalam pertemuan yang difasilitasi oleh Misi Palestina untuk Uni Eropa tersebut, tokoh gereja Palestina, Pendeta Mitri Raheb, menyoroti penurunan drastis populasi Kristen Palestina dalam beberapa dekade terakhir. Menurutnya, keberlanjutan kebijakan Israel berpotensi menghapus keberadaan historis umat Kristen Palestina dalam beberapa dekade mendatang.
Raheb juga mengungkapkan meningkatnya serangan terhadap gereja, lembaga keagamaan Kristen, serta fasilitas pendidikan di Gaza. Situasi tersebut, kata dia, diperburuk oleh retorika provokatif sejumlah tokoh ekstremis Israel yang memicu iklim hasutan dan impunitas terhadap warga Kristen Palestina.
“Persoalan ini bukan hanya menyangkut umat Kristen Palestina, melainkan masa depan pluralisme agama dan budaya di Palestina serta kawasan yang lebih luas,” ujarnya dalam forum tersebut.
Delegasi Palestina mendesak Uni Eropa untuk mengambil posisi yang lebih tegas dalam membela hukum internasional dan hak asasi manusia, serta mendorong akuntabilitas atas pelanggaran yang terus terjadi di wilayah Palestina.
Raheb menegaskan bahwa perlindungan terhadap komunitas Kristen Palestina merupakan tanggung jawab moral, kemanusiaan, dan internasional yang tidak dapat diabaikan.
Pertemuan itu ditutup dengan seruan untuk memperkuat koordinasi antara Palestina dan negara-negara anggota Uni Eropa guna mendorong berakhirnya pendudukan, mewujudkan keadilan dan kebebasan bagi rakyat Palestina, serta melindungi situs-situs suci dan keberadaan historis masyarakat Palestina di tanah mereka sendiri.
