Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat

China Bantah Tuduhan Israel soal Dukungan Rudal untuk Iran

POROS PERLAWANAN — Pemerintah China menolak tuduhan Israel yang menyebut Beijing membantu Iran dalam produksi rudal di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Asia Barat.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, mengatakan bahwa tuduhan tersebut tidak memiliki dasar fakta. Pernyataan itu disampaikan Guo kepada wartawan di Beijing pada Selasa (12/5).

“Tuduhan itu tidak didasarkan pada fakta,” kata Guo.

Menurut laporan Press TV, China tetap berkomitmen untuk mendorong deeskalasi dan perundingan damai guna mengakhiri konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Guo menegaskan bahwa Beijing selalu menjalankan kewajiban internasionalnya sebagai negara besar yang bertanggung jawab.

Pernyataan tersebut muncul setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam wawancara dengan CBS menuduh China memberikan dukungan tertentu dan komponen khusus untuk produksi rudal Iran selama konflik gabungan Amerika Serikat dan Israel melawan Teheran.

Ketika ditanya apakah dukungan itu masih berlangsung, Netanyahu menjawab, “Bisa jadi,” tanpa memberikan bukti tambahan atau rincian lebih lanjut.

Komentar Netanyahu disampaikan menjelang rencana kunjungan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, ke Beijing.

Dalam kesempatan yang sama, Guo juga mengecam sanksi terbaru Amerika Serikat terhadap 12 individu dan perusahaan yang dituduh memiliki hubungan dengan Iran. Sejumlah entitas yang dikenai sanksi berbasis di China dan Hong Kong.

China menegaskan penolakannya terhadap sanksi sepihak yang diterapkan Washington.

Guo mengatakan bahwa prioritas mendesak di Asia Barat saat ini adalah mencegah konflik kembali pecah, bukan memanfaatkan situasi untuk menyerang China secara politik.

Departemen Keuangan Amerika Serikat sebelumnya menjatuhkan sanksi terhadap 12 individu dan perusahaan yang dituduh membantu Iran memperoleh senjata serta bahan baku untuk drone Shahed dan rudal balistik.

Washington juga mengancam akan mengambil tindakan terhadap entitas asing yang mendukung perdagangan Iran, termasuk maskapai penerbangan dan lembaga keuangan asing yang bertransaksi dengan kilang minyak independen China.

Namun, Beijing merespons dengan menerapkan aturan pemblokiran (blocking rule) untuk pertama kalinya pekan lalu. Kebijakan itu mengarahkan perusahaan-perusahaan China agar tidak mematuhi sanksi Amerika Serikat terhadap impor minyak mentah Iran.

Langkah tersebut memperlihatkan meningkatnya ketegangan ekonomi dan diplomatik antara China dan Amerika Serikat di tengah konflik kawasan yang terus berkembang.

Tags: