Dubes Iran Ungkap Pesan Teheran ke China soal Hormuz dan Penghentian Perang
POROS PERLAWANAN — Duta Besar Iran untuk China, Abdolreza Rahmani Fazli, mengungkapkan Teheran menyampaikan pesan strategis kepada Beijing terkait penghentian perang, stabilitas kawasan, dan masa depan Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan regional.
Dalam wawancara yang dikutip Kantor Berita Mehr News Agency pada Selasa, (12/5/2026), Rahmani Fazli mengatakan China berupaya menurunkan eskalasi konflik di Asia Barat setelah perang yang disebut Iran dipaksakan terhadap negara tersebut.
Menurut dia, Beijing melakukan berbagai konsultasi dengan aktor-aktor penting kawasan, termasuk melalui inisiatif perdamaian bersama Pakistan yang membuka jalur dialog di Islamabad. Ia juga menyinggung proposal empat poin Presiden China Xi Jinping untuk menjaga ruang diplomasi tetap terbuka.
Rahmani Fazli menilai perjanjian kemitraan strategis komprehensif Iran dan China menjadi semakin penting dalam perubahan tatanan global saat ini.
“Dokumen ini bukan hanya soal investasi, minyak, infrastruktur, atau perdagangan. Ini terkait posisi yang ingin dibangun Iran dalam tatanan dunia yang sedang berubah,” ujarnya.
Ia menegaskan kerja sama jangka panjang dengan China memberikan kedalaman strategis diplomatik bagi Iran. Dengan hubungan tersebut, Teheran ingin menunjukkan bahwa negara itu memiliki alternatif dan mitra penting di tengah tekanan Amerika Serikat.
Menurut Rahmani Fazli, persoalan utama saat ini adalah apakah pihak lawan bersedia mendengar pesan nyata Iran.
Ia menyebut pesan Teheran kepada Beijing sangat jelas, yakni penghentian perang secara permanen, penguatan gencatan senjata yang stabil, pengakhiran blokade, dan penghormatan terhadap hak-hak sah Iran.
“China dapat menyampaikan pesan Iran itu di tingkat kekuatan-kekuatan besar dunia,” kata Rahmani Fazli.
Pernyataan tersebut muncul di tengah ketegangan berkepanjangan di kawasan Teluk Persia dan status Selat Hormuz yang masih menjadi perhatian utama perdagangan energi global.
