Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

AS Tuding Iran Dekati Senjata Nuklir, Teheran: Narasi Lama Iranofobia

POROS PERLAWANAN — Menteri Energi Amerika Serikat, Chris Wright kembali melontarkan tuduhan bahwa Iran semakin dekat memiliki senjata nuklir. Pernyataan itu disampaikan Wright dalam sidang Komite Angkatan Bersenjata Senat AS di tengah meningkatnya tekanan politik Washington terhadap Tehran.

Menurut laporan New York Post yang dikutip kantor berita IRNA pada Rabu 13 Mei, Wright menyebutkan bahwa Iran hanya membutuhkan waktu beberapa pekan untuk memperkaya uranium hingga tingkat yang dapat digunakan untuk kepentingan militer. Meski demikian, dia mengakui proses mengubah material tersebut menjadi senjata tetap memerlukan tahapan lanjutan.

“Iran tinggal beberapa minggu lagi mencapai pengayaan uranium tingkat persenjataan. Setelah itu masih ada proses konversi menjadi senjata, tetapi mereka sudah sangat dekat,” kata Wright.

Pernyataan tersebut kembali memunculkan narasi lama yang oleh Iran disebut sebagai upaya membangun ketakutan global terhadap program nuklir damai Republik Islam itu.

Di sisi lain, berbagai laporan International Atomic Energy Agency selama ini menegaskan aktivitas nuklir Iran berada dalam pengawasan internasional dan tidak ditemukan bukti adanya program persenjataan nuklir aktif.

Dalam sidang yang sama, Wright juga menyebut Iran memiliki cadangan uranium dengan tingkat pengayaan 20 persen dan menyatakan bahwa negara itu hanya berjarak beberapa minggu untuk mencapai level 60 persen. Menurut dia, ketika pengayaan sudah berada pada level tersebut, sebagian besar jalur menuju tingkat 90 persen telah terlampaui.

“Ketika sudah mencapai 60 persen, sebagian besar proses menuju 90 persen sebenarnya sudah dilewati. Itu yang sangat mengkhawatirkan,” ujarnya.

Pemerintah Iran berulang kali membantah tuduhan pengembangan senjata atom. Tehran menegaskan program nuklirnya bertujuan damai dan tetap berada dalam kerangka Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir atau NPT.

Iran juga menekankan fatwa Pemimpin Revolusi Islam yang melarang produksi maupun penggunaan senjata nuklir. Posisi itu terus dijadikan landasan resmi kebijakan pertahanan dan nuklir negara tersebut.

Selain menjadi anggota NPT, fasilitas nuklir Iran juga berada di bawah pengawasan kamera serta inspeksi rutin International Atomic Energy Agency. Namun pengawasan tersebut belum menghentikan tuduhan berulang dari pejabat Amerika Serikat dan Rezim Israel terhadap Teheran.

Tags: