Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Trump Klaim Xi Jinping Siap Bantu Penyelesaian Konflik AS-Iran

POROS PERLAWANAN — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Presiden China Xi Jinping menyatakan kesiapan membantu penyelesaian konflik antara Amerika Serikat dan Iran dalam pertemuan kedua pemimpin di Beijing, Kamis (15/5/2026).

Dalam wawancara dengan Fox News setelah hari pertama perundingan intensif di Beijing, Trump mengatakan Xi menginginkan tercapainya kesepakatan terkait perang dan ketegangan dengan Iran.

“Presiden Xi ingin ada kesepakatan. Dia benar-benar ingin kesepakatan tercapai dan menawarkan bantuan. Dia mengatakan, jika saya bisa membantu, saya akan dengan senang hati membantu,” kata Trump.

Trump menyebut Xi memahami hubungan energi antara China dan Iran karena Beijing merupakan pembeli utama minyak Iran.

“Siapa pun yang membeli minyak dalam jumlah sebesar itu tentu memiliki hubungan dengan mereka. Dia mengatakan jika bisa berguna dalam cara apa pun, dia bersedia membantu. Dia juga ingin Selat Hormuz tetap terbuka,” ujar Trump.

Trump juga mengklaim Xi menyampaikan China tidak akan memasok peralatan militer kepada Iran.

Selain isu Iran, Trump mengatakan Xi Jinping menyetujui pembelian 200 pesawat Boeing sebagai bagian dari komitmen ekonomi Beijing terhadap Amerika Serikat.

“Boeing, 200 pesawat besar. Itu berarti banyak lapangan pekerjaan,” katanya.

Trump menyebut pihak Boeing awalnya hanya menginginkan pesanan 150 pesawat, namun Xi meningkatkan jumlahnya menjadi 200 unit.

Dalam jamuan makan malam resmi di Beijing, Trump juga mengundang Xi Jinping dan istrinya untuk berkunjung ke Amerika Serikat pada 24 September mendatang.

Kunjungan terakhir Xi ke Gedung Putih berlangsung pada September 2015 atas undangan Presiden Amerika Serikat saat itu, Barack Obama.

Xi juga pernah mengunjungi Amerika Serikat pada November 2023 dalam rangka menghadiri forum Asia-Pacific Economic Cooperation atau APEC di San Francisco dan bertemu Presiden AS saat itu, Joe Biden.

Sebelum kunjungan terbaru Trump ke Beijing, kedua pemimpin terakhir bertemu secara langsung dalam forum APEC di Korea Selatan pada Oktober 2025.

Pemerintah Amerika Serikat dalam pernyataannya setelah pertemuan tersebut menyebut China mendukung Selat Hormuz tetap terbuka serta menolak militerisasi dan pungutan biaya di jalur pelayaran strategis itu.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan Washington tidak meminta bantuan China terkait konflik dengan Iran.

“Kami tidak membutuhkan bantuan mereka,” kata Rubio dalam wawancara terpisah dengan NBC News.

Meski demikian, Rubio mengakui isu Selat Hormuz dibahas dalam komunikasi dengan China karena pentingnya jalur tersebut bagi perdagangan dan energi global.

Tags: