Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Media Israel Akui Hizbullah Tak Bisa Ditaklukkan dengan Kekuatan Militer

POROS PERLAWANAN – Dilansir Al Mayadeen, di tengah kebuntuan perang yang terus menggerus moral pasukan Pendudukan, media dan mantan pejabat Militer Israel mulai mengakui kenyataan pahit bahwa tidak ada solusi militer untuk menghadapi Lebanon dan perlawanan Hizbullah. Pengakuan itu muncul dalam diskusi yang disiarkan media resmi Israel, Israel Broadcasting Corporation (KAN), dan menjadi cerminan meningkatnya kepanikan internal Rezim Zionis di front utara Palestina yang Diduduki.

Mantan Komandan Radio Angkatan Darat Israel, Moshe Shlonsky secara terbuka menyatakan bahwa Militer Israel belum siap menghadapi berbagai ancaman di medan tempur Lebanon selatan. Ia menyoroti serangan mortir dan drone Perlawanan yang terus menghantam posisi pasukan Zionis, meski Tel Aviv selama ini mengeklaim memiliki sistem pertahanan tercanggih di Kawasan.

Menurut Shlonsky, kematian seorang tentara Israel dari Brigade Golani akibat serangan mortir di Lebanon selatan menjadi bukti nyata rapuhnya kesiapan Militer Israel. Ia menegaskan bahwa senjata sederhana seperti mortir tetap menjadi ancaman mematikan bagi pasukan Pendudukan.

“Tiba-tiba kita lupa bahwa Dagan terbunuh hari ini oleh mortir,” ujarnya, merujuk pada tentara Israel yang tewas dalam serangan terbaru. Pernyataan itu sekaligus membantah narasi resmi Rezim Israel yang selama ini berusaha menggambarkan situasi di front utara berada di bawah kendali penuh.

Shlonsky juga mengkritik keras strategi pertahanan Israel yang terlalu bergantung pada benteng dan penghalang militer. Menurutnya, fasilitas pertahanan mungkin dapat melindungi pangkalan atau lapangan udara, tetapi tidak akan mampu menyelamatkan tentara yang berada langsung di garis pertempuran.

Lebih jauh, ia menyoroti absennya pejabat politik dan petinggi Militer Israel dari wilayah permukiman di utara Palestina Pendudukan yang terus dihantam serangan Hizbullah. Ketidakhadiran mereka dinilai sebagai tanda bahwa Rezim Zionis tidak memiliki jawaban bagi para pemukim yang hidup dalam ketakutan.

“Para komandan tidak datang ke utara, dan para politisi juga tidak datang ke kota-kota utara karena mereka tidak punya apa-apa untuk dikatakan,” ungkapnya.

Dalam pengakuan yang paling mencolok, Shlonsky menegaskan bahwa satu-satunya cara Militer untuk menghentikan Hizbullah adalah dengan menduduki seluruh Lebanon, sebuah langkah yang ia sebut sebagai “kegilaan mutlak”. Pernyataan ini memperlihatkan bahwa bahkan dari dalam Israel sendiri mulai muncul kesadaran bahwa kekuatan militer tidak mampu menghancurkan Perlawanan di Lebanon.

Di saat yang sama, sejumlah analis Israel mulai mendorong penggunaan tekanan ekonomi dan politik terhadap Lebanon sebagai alternatif dari perang terbuka. Namun perdebatan internal ini justru menunjukkan semakin dalamnya krisis strategis yang dihadapi Israel setelah gagal menghentikan operasi Hizbullah di front utara.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *