Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Lieberman: Netanyahu Jadikan Israel ‘Republik Pisang’

POROS PERLAWANAN – Mantan Menteri Perang Israel, dalam serangannya terhadap Perdana Menteri, menekankan bahwa Benyamin Netanyahu telah mengorbankan segalanya demi kepentingan pribadinya.

Fars melaporkan, pada hari Minggu 17 Mei Avigdor Lieberman mengatakan bahwa Netanyahu telah membuat kesepakatan dengan Presiden AS Donald Trump untuk mengubah Israel menjadi sebuah “republik pisang”.

“Republik Pisang” adalah istilah politik dan ekonomi yang digunakan secara pejoratif untuk menggambarkan wilayah yang didera korupsi pemerintah yang meluas, demokrasi yang lemah, ketidakstabilan politik dan ekonomi, pelanggaran hak asasi manusia, dan ketergantungan yang parah pada satu komoditas.

Dalam wawancara dengan Radio 103 FM, Lieberman, Lieberman merujuk pada kesepakatan antara Trump dan Netanyahu untuk mencegah penuntutan terhadap Perdana Menteri Israel. Dia bertanya, “Bagaimana kita bisa sampai pada situasi ini di mana kita telah menjadi republik pisang?”

Oposisi Israel percaya bahwa Netanyahu telah mengubah Rezim Zionis menjadi pemerintahan yang menggunakan sumber daya dan undang-undangnya untuk kelangsungan hidup politik satu orang: dirinya sendiri.

Lieberman percaya bahwa pesan Presiden AS tentang gencatan senjata di Lebanon mengindikasikan “kesepakatan nyata antara Netanyahu dan Trump”.

Pada 16 April islam, Trump mengumumkan gencatan senjata selama sepuluh hari antara Israel dan Lebanon, yang kemudian diperpanjang hingga 17 Mei.

Pada hari Jumat 15 Mei, Kementerian Luar Negeri AS memperpanjang gencatan senjata tersebut selama 45 hari lagi. Meskipun ada gencatan senjata, sejak 2 Maret, Israel telah melancarkan serangan besar-besaran ke Lebanon, yang mengakibatkan 2.969 orang tewas, 9.112 lainnya terluka, dan lebih dari satu juta warga Lebanon mengungsi.

“Kesepakatan ini merupakan transformasi Israel menjadi republik pisang sebagai imbalan atas pembatalan persidangan [Netanyahu] dan surat perintah penangkapan internasional,” imbuh Lieberman.

Netanyahu sedang diadili atas tuduhan korupsi, suap, dan pengkhianatan kepercayaan. Jika terbukti bersalah, ia akan menghadapi hukuman penjara. Trump telah berulang kali mendesak mitranya dari Israel, Isaac Herzog, untuk mengampuni Netanyahu dari persidangan tersebut.

Netanyahu telah diselidiki oleh Mahkamah Pidana Internasional sejak 2024 atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.

“Belum pernah sebelumnya Israel menyerah kepada Amerika Serikat dengan cara ini, karena semuanya bergantung pada kepentingan pribadi Netanyahu, yang telah memimpin pemerintahan saat ini sejak Desember 2022,” tandas Lieberman.