Al Jazeera: Trump Tertekan akibat Perang Iran dan Lonjakan BBM
POROS PERLAWANAN — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dilaporkan menghadapi tekanan politik besar di dalam negeri akibat perang dengan Iran yang memicu lonjakan harga bahan bakar dan rendahnya dukungan publik terhadap konflik tersebut.
Dalam laporan yang diterbitkan Al Jazeera pada Sabtu 16 Mei, dukungan warga Amerika terhadap perang itu disebut hanya berada di kisaran 30 hingga 40 persen dalam berbagai survei terbaru.
Angka tersebut dinilai mendekati tingkat dukungan publik Amerika terhadap Perang Vietnam pada fase akhir konflik itu.
Media Qatar tersebut juga menilai Pemerintahan Trump saat ini tidak berada dalam posisi politik yang kuat di tengah meningkatnya tekanan ekonomi terhadap masyarakat Amerika.
Harga bensin di Amerika Serikat dilaporkan telah melampaui 4,50 Dolar AS per galon atau sekitar 1,19 Dolar AS per liter. Di California, Negara Bagian yang sangat bergantung pada impor minyak, harga bahan bakar bahkan mencapai lebih dari 6 Dolar AS per galon atau sekitar 1,59 Dolar AS per liter.
Kenaikan harga energi itu disebut semakin membebani warga Amerika yang tengah menghadapi tekanan biaya hidup.
Saat ditanya mengenai dampak ekonomi perang tersebut, Trump mengatakan dirinya tidak memikirkan kondisi finansial warga Amerika.
“Saya tidak memikirkan kondisi keuangan rakyat Amerika. Yang saya pikirkan adalah Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir,” kata Trump.
Menurut laporan tersebut, pernyataan itu berulang kali disiarkan televisi Amerika dan memicu kemarahan publik yang sedang menghadapi tekanan ekonomi.
Situasi itu dinilai meningkatkan tekanan politik terhadap Partai Republik menjelang Pemilu paruh waktu Amerika Serikat.
Partai Republik disebut berisiko kehilangan mayoritas di kedua kamar Kongres apabila ketidakpuasan publik terhadap perang dan situasi ekonomi terus meningkat.
Al Jazeera juga menilai perang Iran kini menjadi salah satu isu paling sensitif dalam politik domestik Amerika karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat melalui kenaikan harga energi dan memburuknya kondisi ekonomi rumah tangga.
