Parlemen Iran Segera Voting RUU Pengelolaan Selat Hormuz
POROS PERLAWANAN — Parlemen Iran dalam waktu dekat akan membahas dan melakukan voting terhadap rancangan undang-undang yang memformalkan pengelolaan dan kedaulatan Republik Islam Iran atas Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik Kawasan.
Menurut laporan Press TV pada Sabtu 30 Mei, Anggota Dewan Pimpinan Parlemen Iran, Alireza Salimi mengatakan parlemen akan segera mengesahkan regulasi tentang pengelolaan Iran atas jalur strategis tersebut.
Ia menegaskan seluruh rincian soal rencana tersebut akan difinalisasi melalui proses legislasi di parlemen.
Salimi menekankan Selat Hormuz berada di wilayah perairan bersama Iran dan Oman sehingga tidak ada negara lain yang berhak menentukan kebijakan atas jalur pelayaran itu.
“Ketika Trump dan pihak lain mengatakan Selat Hormuz harus dibuka, persoalan itu menyangkut kami dan kami tidak akan membiarkan mereka mengambil keputusan,” kata Salimi.
Ia menegaskan kebijakan Iran soal pengelolaan Selat Hormuz bukan langkah taktis atau sementara, melainkan keputusan permanen yang berkaitan langsung dengan kedaulatan nasional Iran.
Teheran Pertegas Kendali atas Jalur Energi Dunia
Iran sebelumnya menutup akses Selat Hormuz bagi Amerika Serikat, Israel, dan sekutu mereka setelah agresi militer terhadap Republik Islam tersebut.
Tehran menilai bahwa langkah-langkah Washington telah melanggar ketentuan gencatan senjata yang dimediasi Pakistan dan mulai berlaku pada 8 April sebelum kemudian diperpanjang secara sepihak oleh Amerika Serikat.
Pada Jumat, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi dan Menteri Luar Negeri Oman, Badr bin Hamad Al Busaidi juga membahas masa depan pengelolaan Selat Hormuz dalam percakapan telepon.
“Kami membahas Hormuz dan masa depan pengelolaannya sesuai tanggung jawab kedaulatan dan hukum internasional,” ujar Araghchi.
Iran Siapkan Mekanisme Baru Jalur Maritim
Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi sebelumnya mengatakan Iran telah menyiapkan mekanisme baru untuk mengendalikan lalu lintas maritim melalui jalur khusus di Selat Hormuz.
Skema tersebut mencakup pungutan biaya atas layanan khusus yang diberikan kepada kapal-kapal yang melintas.
Azizi menegaskan sistem baru itu dirancang sesuai prinsip kedaulatan nasional Iran sekaligus untuk menjamin keamanan perdagangan internasional.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi terpenting dunia dan menjadi lintasan utama distribusi minyak serta gas global. Setiap perubahan kebijakan di kawasan itu berpotensi memengaruhi stabilitas energi dan perdagangan internasional.
