Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Teheran Masih Kaji Draf Final Kesepakatan dengan AS, Belum Ada Respons Resmi

POROS PERLAWANAN — Pemerintah Iran masih mengkaji draf final kesepahaman dengan Amerika Serikat tentang upaya mengakhiri konflik yang sedang berlangsung. Hingga Selasa, Teheran belum menyampaikan respons resmi terhadap dokumen tersebut di tengah tingginya kehati-hatian politik dalam proses pembahasan.

Sumber yang mengetahui jalannya pembicaraan mengatakan kepada Mehr News Agency bahwa teks final masih dibahas secara intensif di Teheran. Menurutnya, proses evaluasi berjalan ketat karena Iran memandang pengalaman masa lalu dengan Washington sebagai faktor yang tidak dapat diabaikan dalam pengambilan keputusan.

“Draf final masih dibahas di Teheran dan sampai sekarang belum ada jawaban yang dikirimkan,” kata sumber tersebut, pada Selasa 2 Juni.

Sumber itu menjelaskan bahwa rekam jejak pelanggaran komitmen oleh Amerika Serikat serta ketidakpercayaan historis menjadi alasan utama Iran mengambil pendekatan sangat hati-hati terhadap kemungkinan kesepakatan baru.

Ia menegaskan bahwa Teheran tidak lagi berfokus pada kesepakatan formal semata. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, Iran kini menempatkan manfaat nyata dan implementasi konkret sebagai tolok ukur utama dalam setiap proses negosiasi.

Sumber yang disebut dekat dengan tim perunding Iran itu mengatakan bahwa jaminan pelaksanaan menjadi aspek paling penting dalam pembahasan saat ini. Iran, menurut dia, menginginkan langkah-langkah yang dapat diverifikasi secara langsung di lapangan, bukan sekadar komitmen politik tertulis.

Ia juga menggambarkan adanya perbedaan kecemasan antara kedua pihak dalam proses negosiasi. Amerika Serikat disebut khawatir terhadap kemungkinan pecahnya perang yang lebih luas, sementara Iran justru memandang risiko terbesar berada pada kegagalan implementasi kesepakatan.

“Amerika khawatir terhadap perang, sedangkan kami khawatir terhadap kesepakatan,” ujarnya.

Menurut sumber tersebut, Washington telah mengeluarkan biaya politik dan strategis yang besar dalam konflik yang berlangsung, tetapi belum memperoleh hasil sesuai target. Di sisi lain, Iran merasa memiliki pengalaman buruk akibat kesepakatan sebelumnya yang dinilai tidak dijalankan secara konsisten oleh pihak lawan.

Karena itu, lanjut dia, pendekatan Iran dalam perundingan kali ini bertumpu pada prinsip keberlanjutan, mekanisme yang dapat dipulihkan kembali, serta langkah-langkah implementasi yang bersifat nyata dan terukur.

Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa kehati-hatian masih menjadi fondasi utama sikap Teheran dalam setiap pembahasan dengan Washington. Situasi tersebut sekaligus mencerminkan rendahnya tingkat kepercayaan politik antara kedua negara setelah bertahun-tahun diwarnai kebuntuan diplomatik dan tuduhan pelanggaran komitmen secara timbal balik.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *