Iran Bayarkan Ganti Rugi 14,3 Triliun Rial bagi Kendaraan Warganya yang Rusak Akibat Perang
POROS PERLAWANAN — Asuransi Sentral Iran (Central Insurance of Iran) mengumumkan nilai ganti rugi yang telah dibayarkan kepada pemilik kendaraan yang rusak akibat Perang Ramadan dan Perang 12 Hari telah melampaui 14,3 triliun rial.
Menurut laporan IRNA, Kamis (4/6/2026), pembayaran kompensasi terus berlangsung seiring proses evaluasi kerusakan terhadap puluhan ribu kendaraan di berbagai provinsi.
Asuransi Sentral Iran menyatakan hingga saat ini lebih dari 17 ribu berkas klaim telah diselesaikan dan ganti rugi telah dibayarkan kepada para pemilik kendaraan yang terdampak.
Pada tahap pembayaran terbaru, dana sebesar 1,431 triliun rial disalurkan untuk 1.868 berkas klaim yang telah selesai diverifikasi.
Dengan pembayaran tersebut, total kompensasi yang telah diberikan kepada pemilik kendaraan pribadi yang terdampak Perang Ramadan hingga 1 Juni 2026 mencapai 10,159 triliun rial.
Lebih dari 30 Ribu Kendaraan Terdampak
Data yang dirilis Asuransi Sentral Iran menunjukkan sebanyak 30.169 kendaraan yang mengalami kerusakan telah didaftarkan oleh organisasi manajemen krisis dan satuan tugas penanggulangan bencana di 28 provinsi.
Dari jumlah tersebut, proses penilaian kerusakan terhadap 24.920 kendaraan telah diselesaikan.
Sementara itu, sebanyak 17.707 berkas klaim telah dibayarkan sepenuhnya, atau lebih dari 70 persen dari seluruh kendaraan yang telah menjalani proses evaluasi.
Menurut laporan tersebut, angka itu menunjukkan kemajuan signifikan dalam proses penanganan klaim dan percepatan pembayaran kepada para pemilik kendaraan yang terdampak.
Kompensasi Perang 12 Hari Terus Berjalan
Selain kerusakan yang terjadi dalam Perang Ramadan, pemerintah Iran juga melanjutkan pembayaran ganti rugi bagi kendaraan yang terdampak Perang 12 Hari.
Hingga kini, kompensasi untuk 4.470 kendaraan telah diselesaikan dengan total pembayaran mencapai 4,140 triliun rial.
Dengan demikian, total ganti rugi yang telah dibayarkan untuk kedua konflik tersebut mencapai sekitar 14,300 triliun rial.
Asuransi Sentral Iran menyatakan sebagian besar berkas yang telah diterima kini memasuki tahap akhir penyelesaian. Otoritas terkait menegaskan proses evaluasi dan pembayaran terhadap berkas yang tersisa masih terus berlangsung melalui koordinasi antara pemerintah daerah, lembaga manajemen krisis, Asuransi Sentral Iran, dan Perusahaan Asuransi Iran.
