Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

Jerman Gagal Raih Kursi Dewan Keamanan PBB, Dukungan Berlin kepada Israel Jadi Sorotan

POROS PERLAWANAN — Jerman gagal memperoleh kursi tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setelah Majelis Umum PBB memilih Portugal dan Austria sebagai wakil Kelompok Eropa Barat dan Negara Lainnya (WEOG). Kekalahan tersebut menjadi pukulan diplomatik bagi pemerintahan Kanselir Friedrich Merz yang tengah berupaya memperkuat kembali posisi Berlin di panggung internasional.

Menurut laporan Press TV, Kamis (4/6/2026), Jerman hanya memperoleh 104 suara, tertinggal dari Portugal yang meraih 134 suara dan Austria dengan 131 suara.

Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menyebut hasil itu sebagai “kekalahan pahit” dan mengakui bahwa dukungan kuat Berlin terhadap Israel turut memengaruhi sikap sejumlah negara anggota PBB dalam pemungutan suara.

Meski demikian, Wadephul menegaskan bahwa hasil tersebut tidak akan mengubah posisi pemerintah Jerman terhadap Israel.

“Kami akan tetap berpegang pada tanggung jawab historis kami,” ujarnya.

Sebelum pemungutan suara, Jerman melakukan lobi diplomatik intensif, termasuk melalui pendekatan langsung kepada puluhan menteri dan duta besar negara anggota PBB. Namun upaya tersebut gagal mengamankan dukungan yang cukup.

Sebaliknya, Austria menonjolkan posisi netralnya dalam berbagai isu internasional, sementara Portugal memperoleh dukungan luas dengan mengedepankan perannya sebagai jembatan antara Eropa dan negara-negara bekas koloninya.

Kritik di Dalam Negeri

Kekalahan tersebut segera memicu reaksi politik di Jerman.

Pemimpin Partai Alternative für Deutschland (AfD), Alice Weidel, menyebut hasil pemungutan suara itu sebagai “sebuah rasa malu” yang menunjukkan kegagalan pemerintah mengembalikan pengaruh internasional Jerman.

Sementara itu, juru bicara kebijakan luar negeri Partai Demokrat Sosial (SPD), Adis Ahmetovic, menilai hasil tersebut mencerminkan cara dunia memandang Jerman saat ini.

“Ini bukan sekadar insiden politik biasa, melainkan sebuah peringatan,” katanya.

Sejumlah pengamat juga menilai kekalahan Jerman tergolong tidak biasa mengingat negara tersebut selama bertahun-tahun menjadi salah satu kandidat utama dalam rotasi kursi tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk kelompok Eropa Barat.

Dampak Diplomatik Dukungan kepada Israel

Laporan tersebut menyoroti bahwa hasil pemungutan suara memunculkan kembali perdebatan mengenai dampak diplomatik dari dukungan kuat Jerman terhadap Israel di tengah meningkatnya kritik internasional terhadap kebijakan Tel Aviv, terutama terkait perang di Gaza.

Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah Jerman juga menjadi sorotan setelah memutuskan mencabut pembatasan ekspor persenjataan ke Israel meskipun tekanan internasional terhadap Tel Aviv terus meningkat.

Hasil pemungutan suara di Majelis Umum PBB dipandang sebagai salah satu indikator perubahan persepsi sebagian negara anggota terhadap posisi diplomatik Jerman dalam berbagai isu internasional, khususnya yang berkaitan dengan konflik di Timur Tengah.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *