Konflik Telah Memasuki Hari ke-100, Hakeem Jeffries Desak Penghentian Perang terhadap Iran
POROS PERLAWANAN — Pemimpin Minoritas Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat, Hakeem Jeffries, mendesak penghentian segera perang terhadap Iran yang disebutnya sebagai konflik mahal dan tidak bertanggung jawab. Pernyataan itu disampaikan saat perang tersebut memasuki hari ke-100.
Mengutip laporan Kantor Berita Mehr pada Senin (8/6/2026), Jeffries melalui akun X menyatakan bahwa perang terhadap Iran merupakan kebijakan yang dipilih secara sadar dan berlangsung tanpa tanggung jawab politik yang memadai.
“Hari ini merupakan hari ke-100 dari perang yang tidak bertanggung jawab dan dipilih terhadap Iran,” tulis Jeffries.
Politikus senior Partai Demokrat itu menilai Senat Amerika Serikat yang saat ini dikuasai Partai Republik harus segera mengambil langkah untuk mengakhiri keterlibatan militer tersebut. Menurutnya, Senat perlu mengesahkan resolusi kewenangan perang yang diajukan kubu Demokrat.
Jeffries mengatakan pengesahan resolusi itu akan membuka jalan bagi penghentian segera operasi militer yang terus menimbulkan biaya besar bagi Amerika Serikat.
“Sudah waktunya Senat yang dikuasai Partai Republik mengesahkan resolusi kewenangan perang kami sehingga konflik yang mahal ini dapat segera diakhiri,” tulisnya.
Pernyataan tersebut menambah tekanan politik terhadap pemerintahan Amerika Serikat di tengah perdebatan mengenai biaya perang dan kewenangan Presiden dalam mengerahkan kekuatan militer tanpa persetujuan penuh Kongres.
Hingga kini, mayoritas Republik di Senat belum memberikan sinyal akan membawa resolusi tersebut ke tahap pemungutan suara dalam waktu dekat.
