Yaman Umumkan Serangan Rudal ke Jaffa, Larang Navigasi Israel di Laut Merah
POROS PERLAWANAN – Dikutip Kantor Berita Mehr dari al-Masirah, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Yahya Saree, mengumumkan bahwa pasukan Yaman telah melancarkan serangan rudal terhadap sejumlah sasaran penting di Jaffa yang diduduki. Ia menegaskan, serangan Yaman sukses menghantam target-target tersebut.
Dalam pernyataannya, Saree menegaskan larangan total terhadap aktivitas navigasi Israel di Laut Merah. “Setiap pergerakan yang dilakukan oleh Rezim Zionis akan dianggap sebagai sasaran militer bagi pasukan Yaman,” tandasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pihaknya akan merespons setiap eskalasi dengan intensitas operasi yang lebih tinggi, sesuai koordinat pertempuran dan berkoordinasi dengan Poros Jihad dan Perlawanan. “Kami menegaskan hak bangsa kami dan bangsa-bangsa merdeka untuk menghadapi agresi Zionis-Amerika. Operasi kami akan terus berlanjut selama agresi tersebut berlanjut, dan kami tidak akan tinggal diam di hadapan blokade kejam terhadap bangsa kami maupun bangsa-bangsa Poros Jihad dan Perlawanan,” tegasnya.
Salah seorang petinggi Ansarullah, Hizam al-Asad, melalui akun X menegaskan bahwa pergeseran besar dalam keseimbangan kekuatan sedang berlangsung. Ia menyebut kota-kota Teheran, Beirut, Sanaa, Baghdad, dan Gaza sebagai simbol kesatuan garis depan.
“Era monopoli dan agresi telah berakhir. Tidak ada agresi yang akan terbatas pada satu wilayah atau terisolasi dari lingkungannya,” cuitnya.
Al-Asad menekankan bahwa perimbangan baru ini kini berlaku di lapangan, yang memperkuat hubungan antarfront dalam menghadapi agresi. Menurutnya, setiap serangan di satu wilayah akan berdampak pada kawasan sekitarnya.
Sementara itu, menyusul pelanggaran gencatan senjata oleh Israel dan serangan berulang ke Lebanon Selatan serta pinggiran Beirut, Republik Islam Iran melancarkan serangan rudal semalam ke posisi militer Israel di utara dan tengah wilayah pendudukan. Pagi harinya, meski Iran telah memberi peringatan, Militer Israel kembali menargetkan sejumlah posisi militer dan infrastruktur energi Iran. Serangan tersebut dibalas dengan Operasi Nasr oleh Angkatan Bersenjata Iran.
