Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Sembilan Warga Palestina Tewas di Gaza saat Perundingan Gencatan Senjata Kembali Digelar di Kairo

POROS PERLAWANAN — Sedikitnya sembilan warga Palestina dilaporkan tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangkaian serangan Israel di Jalur Gaza pada Minggu (7/6/2026), ketika faksi-faksi Palestina dan para mediator regional kembali melanjutkan perundingan gencatan senjata di Kairo, Mesir.

Mengutip laporan Press TV, lima orang tewas dalam serangan yang menyasar sebuah pos polisi di kawasan Al-Mawasi, dekat Khan Younis, Gaza selatan. Tiga korban lainnya dilaporkan tewas di lingkungan Zeitoun, Kota Gaza, sementara satu orang tewas dalam serangan di kawasan pantai Deir al-Balah, Gaza tengah.

Serangan terbaru itu terjadi ketika perwakilan berbagai faksi Palestina menggelar hari kedua pertemuan dengan mediator dari Mesir, Qatar, dan Turki di Kairo.

Menurut laporan Cairo News TV yang mengutip sumber-sumber yang tidak disebutkan namanya, putaran baru pembicaraan dimulai pada Minggu untuk membahas mekanisme pelaksanaan tahap kedua perjanjian gencatan senjata yang sebelumnya disepakati di Sharm el-Sheikh.

Laporan tersebut menyebut seluruh faksi Palestina ikut serta dalam pembahasan, sementara para mediator meningkatkan upaya untuk mengatasi kebuntuan yang selama berbulan-bulan menghambat implementasi kesepakatan.

Perundingan lanjutan itu berlangsung setelah pembicaraan yang dimulai sehari sebelumnya guna menyelesaikan pelaksanaan tahap pertama gencatan senjata dan membuka jalan bagi tahap berikutnya.

Gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat mulai berlaku pada 10 Oktober 2025. Namun, menurut laporan tersebut, serangan Israel masih terus berlangsung di berbagai wilayah Gaza meskipun kesepakatan telah diberlakukan.

Otoritas kesehatan Gaza menyatakan sedikitnya 961 warga Palestina tewas dan lebih dari 3.000 lainnya terluka sejak gencatan senjata mulai berlaku. Laporan juga menyebut bangunan tempat tinggal, pasar, kendaraan, dan kafe tetap menjadi sasaran serangan di sejumlah wilayah.

Tahap pertama perjanjian mencakup penghentian pertempuran dan pertukaran tahanan antara Israel dan faksi-faksi Palestina. Dalam rancangan tahap kedua, pasukan Israel dijadwalkan melakukan penarikan lebih lanjut dari Gaza, sementara pasukan internasional akan mengambil peran dalam pengamanan, distribusi bantuan kemanusiaan, dan proses rekonstruksi.

Meski demikian, perundingan masih menghadapi sejumlah hambatan, terutama terkait kemampuan militer Hamas di masa depan serta cakupan penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza.

Para pejabat Hamas menegaskan bahwa penghentian serangan Israel merupakan syarat utama bagi kemajuan perundingan. Mereka juga menyatakan bahwa pembahasan mengenai persenjataan kelompok tersebut hanya akan dilakukan dalam kerangka dialog yang lebih luas antarfaksi Palestina.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu baru-baru ini mengumumkan rencana perluasan kendali militer Israel di Gaza. Berdasarkan laporan yang dikutip Press TV, pasukan Israel saat ini menguasai sekitar 64 persen wilayah Gaza, lebih tinggi dibandingkan 53 persen yang direncanakan dalam kerangka perjanjian gencatan senjata.

Menurut data Palestina yang dikutip dalam laporan tersebut, perang yang berlangsung sejak Oktober 2023 telah menewaskan hampir 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 173.000 lainnya. Sebagian besar korban disebut terdiri dari perempuan dan anak-anak.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *