Al-Jazeera: Serangan Gencar Rudal Iran Lumpuhkan Israel
POROS PERLAWANAN – Al-Jazeera melaporkan, gelombang ketujuh peluncuran rudal Iran ke wilayah-wilayah yang diduduki semakin melumpuhkan Israel. Sehubungan dengan hal ini, beberapa jam sebelumnya, sirene peringatan berbunyi di wilayah Haifa, Galilea, Golan, Tel Aviv Raya, serta wilayah barat Yerusalem yang diduduki. Para pengamat menggambarkannya sebagai eskalasi ketegangan yang paling luas sejak dimulainya putaran konfrontasi terbaru.
Menurut kutipan Mehr dari al-Jazeera, Front Dalam Negeri Israel mengaktifkan kembali semua tindakan darurat, rumah sakit disiagakan penuh, kegiatan belajar mengajar di sekolah dan semua lembaga pendidikan dibatalkan, semua bentuk pertemuan publik dilarang, dan perusahaan serta lembaga swasta diperintahkan untuk menghentikan aktivitasnya.
Selain itu, data navigasi menunjukkan bahwa sejumlah besar pesawat tidak dapat mendarat di Bandara Ben Gurion Tel Aviv akibat sirene yang diaktifkan di pusat Tanah Pendudukan.
Kepala Biro al-Jazeera di Ramallah, Waleed al-Omari mengatakan bahwa sekitar 8 juta warga Israel yang tinggal di wilayah yang diduduki—yang merupakan lebih dari tiga perempat dari 10 juta penduduk Palestina yang diduduki—dipaksa untuk segera menuju bungker dan berlindung di ruangan yang diperkuat di wilayah-wilayah yang digempur Iran.
Al-Omari menambahkan, gelombang serangan Iran sebelumnya juga memiliki dampak nyata di lapangan. Satu rudal menghantam permukiman Itmar dekat Nablus, satu rudal lainnya mendarat di barat laut Laut Mati antara Jericho dan Laut Mati, serta pecahan rudal juga jatuh di wilayah Beit Shemesh, sebelah barat Yerusalem.
Serangan-serangan Iran sebelumnya juga menargetkan wilayah Dimona, Be’er Sheva, dan selatan Laut Mati. Militer Israel sendiri mengeklaim telah mencegat tujuh rudal di langit di atas kota Ashdod sebelum rudal-rudal tersebut mencapai sasarannya.
Al-Omari juga meyinggung percakapan telepon antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump. Dia berkata bahwa menurut beberapa sumber, percakapan tersebut tidak berlangsung lama. Selama percakapan itu, Trump meminta Netanyahu untuk menahan diri dalam menanggapi serangan rudal Iran, tetapi Netanyahu mengabaikan permintaan tersebut.
Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir juga berbincang tiga kali tadi malam dengan Komandan CENTCOM, Brad Cooper. Kemungkinan besar koordinasi operasional antara kedua belah pihak dibahas dalam perbincangan via telepon tersebut.
