Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Maariv: Senjata Sebenarnya Orang Yaman Bukanlah Rudal

POROS PERLAWANAN – Surat kabar Israel, Maariv, menyoroti serangan terbaru dari Yaman, yang kembali dilakukan dengan menembakkan rudal ke arah Tel Aviv setelah jeda selama beberapa bulan. Maariv menyatakan, rudal-rudal tersebut hanyalah tindakan pengalih perhatian atau kedok semata.

Dikutip Fars dari Maariv, senjata utama kelompok Houthi sebenarnya bukanlah rudal, melainkan aktivitas mereka di Laut Merah. Mereka telah menegaskan bahwa jika Israel meningkatkan ketegangan militer, mereka akan menghalangi lalu lintas dan pergerakan kapal-kapal Israel.

Surat kabar tersebut mencatat, ketegangan terbaru antara Iran dan Rezim Zionis yang berlangsung selama 17 jam telah menyelamatkan Israel dari eskalasi yang dijanjikan oleh Houthi. Selama beberapa bulan terakhir, pihak Yaman memilih untuk tidak terlibat dalam perang dan menunggu giliran mereka.

Media Israel tersebut menambahkan, ketakutan tidak menghentikan langkah Houthi. Mereka tidak mundur, melainkan menyimpan kekuatan mereka untuk saat yang dianggap perlu.

‘Kembalinya Houthi ke medan perang adalah pengingat akan ancaman serius yang kita hadapi; ancaman yang sama sekali tidak boleh diremehkan,” tulis Maariv.

“Dengan memanfaatkan kembali Yaman, Iran ingin mengingatkan bahwa konsep ‘persatuan medan’ masih berlaku. Selain itu, Teheran sendiri juga melakukan serangan langsung terhadap negara-negara Teluk Persia dan pangkalan Amerika di wilayah tersebut.”

“Bahaya dari pihak Houthi lebih besar dari yang dibayangkan. Hanya dengan menargetkan beberapa kapal di Selat Bab-el-Mandeb, mereka dapat mengganggu jalur perdagangan global. Selat ini merupakan jalur sempit di kedalaman Laut Merah yang dilalui kapal-kapal dari pelabuhan Eropa menuju Asia Timur, melewati Terusan Suez, dan berlanjut ke Bab-el-Mandeb.”

Maariv menyimpulkan, Selat Bab-el-Mandeb bisa dianggap sebagai “saudara kembar” Selat Hormuz. Keduanya menguasai jalur laut terpenting bagi ekonomi global. Apa pun yang bisa dilakukan Iran di Selat Hormuz, pihak Houthi pun mampu melakukannya di Bab-el-Mandeb jika mereka menginginkannya.