Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

JD Vance Akui Perbedaan AS-Israel Soal Kesepakatan Terbaru dengan Iran

POROS PERLAWANAN — Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance mengakui adanya perbedaan pandangan antara Washington dan Tel Aviv tentang kesepakatan terbaru dengan Iran. Meski demikian, Vance menyatakan Pemerintah Presiden Donald Trump meyakini Israel pada akhirnya akan mendukung kesepakatan tersebut karena dinilai meningkatkan keamanan negara itu.

Menurut IRNA pada Selasa 16 Juni, pernyataan itu disampaikan Vance dalam wawancara dengan program Nightly News NBC News.

Vance mengatakan Pemerintah Presiden Donald Trump percaya bahwa kesepakatan yang dicapai dengan Iran pada akhirnya akan meningkatkan keamanan Israel, meskipun saat ini masih terdapat perbedaan pandangan dengan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu mengenai cara mengakhiri konflik dengan Teheran.

“Kami yakin kesepakatan ini akan membuat Israel lebih aman. Kami sangat yakin bahwa ketika proses ini berjalan lebih jauh, Israel akan mendukung kesepakatan ini,” kata Vance.

Pada saat yang sama, Vance mengakui bahwa Amerika Serikat dan Israel tidak selalu memiliki posisi yang sama dalam setiap isu.

“Amerika Serikat memiliki kepentingannya sendiri. Kami juga memiliki banyak kepentingan bersama, tetapi terkadang akan ada perbedaan pandangan dan saya pikir itu hal yang wajar,” ujarnya.

Dalam wawancara tersebut, Vance juga mengungkapkan bahwa berdasarkan nota kesepahaman yang telah ditandatangani dengan Iran, para inspektur nuklir internasional akan diizinkan kembali memasuki Iran.

Saat ditanya apakah para inspektur akan kembali ke Iran, Vance menjawab, “Ya, tentu saja.”

Menurutnya, mekanisme inspeksi internasional merupakan salah satu komponen utama dalam nota kesepahaman antara Washington dan Teheran.

Vance mengeklaim kesepakatan tersebut juga mencakup kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk menangani persediaan uranium dengan tingkat pengayaan tinggi yang dimiliki Iran.

“Ini merupakan salah satu bagian utama dari kesepakatan,” katanya.

Mengenai jadwal pelaksanaannya, Vance menyebut pembahasan teknis akan dimulai setelah penandatanganan resmi kesepakatan yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat mendatang.

Pernyataan Vance muncul sehari setelah Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu mengakui bahwa dirinya dan Presiden Donald Trump tidak selalu memiliki pandangan yang sama soal kesepakatan dengan Iran.

Sebelumnya, Trump mengumumkan bahwa kesepakatan dengan Iran telah rampung. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif kemudian menyatakan bahwa nota kesepahaman tersebut dijadwalkan ditandatangani pada 19 Juni di Swiss.