Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Perang Infrastruktur Berbalik Menghantam Washington

POROS PERLAWANAN – Strategi perang infrastruktur yang semula diyakini Washington mampu membatasi ruang gerak Teheran kini dinilai justru berbalik menjadi beban strategis bagi Amerika Serikat. Pengakuan sejumlah pejabat Gedung Putih, penilaian lembaga-lembaga kajian mengenai keterbatasan sistem pertahanan Amerika, hingga membengkaknya biaya operasi militer yang mencapai miliaran dolar disebut menjadi indikator bahwa pendekatan yang ditempuh pemerintahan Presiden Donald Trump mulai kehilangan daya tekan.

Menurut laporan Kayhan pada Kamis (23/7/2026), Washington sebelumnya meyakini serangan terhadap infrastruktur strategis Iran akan melumpuhkan kemampuan deterensi Teheran di wilayah selatan negara itu sekaligus mengurangi pengaruhnya di sekitar Selat Hormuz. Namun, perkembangan di lapangan disebut bergerak di luar kalkulasi awal. Respons Iran yang digambarkan berlangsung secara menyeluruh, terukur, dan berlapis dinilai telah mengubah lanskap konflik serta memaksa Amerika menghadapi konsekuensi yang tidak diperhitungkan sebelumnya.

Hampir dua pekan setelah dimulainya gelombang terbaru operasi militer Amerika, sasaran untuk mengikis pengaruh regional Iran di jalur perairan strategis tersebut disebut belum menunjukkan hasil yang diharapkan. Sebaliknya, eskalasi konflik justru dinilai semakin membebani posisi Washington, baik dari aspek militer, ekonomi, maupun politik.

Perubahan dinamika itu, menurut laporan tersebut, mulai tercermin dalam pernyataan para pejabat Amerika sendiri. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, di sela-sela pertemuan ASEAN, dikabarkan mengakui besarnya dampak yang ditimbulkan oleh konflik yang terus berkembang. Pengakuan itu dipandang sebagai sinyal bahwa tekanan yang dihadapi Washington tidak lagi sepenuhnya dapat disamarkan melalui narasi diplomatik.

Di saat yang sama, Presiden Donald Trump tetap melontarkan ancaman dan peringatan terhadap Teheran sembari berupaya menjaga stabilitas pasar energi global yang berpotensi terganggu akibat meningkatnya ketegangan di kawasan. Namun, menurut narasi yang berkembang di Iran, strategi yang disusun Teheran justru berhasil mengubah kalkulasi strategis Amerika. Operasi yang semula diproyeksikan sebagai tekanan militer berbiaya terbatas kini dinilai berpotensi berkembang menjadi konflik berkepanjangan dengan konsekuensi ekonomi, politik, dan keamanan yang terus membesar, sementara peluang Washington untuk mencapai tujuan strategisnya semakin dipertanyakan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *