Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Hizbullah: Klaim Penarikan Pasukan Israel Hanyalah Pertunjukan Menyesatkan

POROS PERLAWANAN – Hizbullah menilai klaim penarikan pasukan Israel dari sebagian wilayah Lebanon tidak lebih dari pertunjukan media yang menyesatkan. Menurut kelompok tersebut, pemerintah Lebanon tengah mempromosikan “pencapaian semu” yang tidak mengubah kenyataan bahwa Israel masih mempertahankan pendudukannya di sejumlah wilayah Lebanon.

Menurut Tasnim News Agency, Minggu (26/7/2026), anggota Fraksi Kesetiaan kepada Perlawanan di Parlemen Lebanon, Ali Fayyad, menyatakan pemerintah Lebanon sedang menempuh jalan yang “dipenuhi ranjau” dan tidak akan mampu memaksa Israel menarik pasukannya dari wilayah yang masih diduduki.

Fayyad menilai pemerintah juga gagal memaksa Israel mematuhi gencatan senjata, menghentikan agresinya, maupun membatasi kebebasan operasi militer rezim tersebut di Lebanon. Menurutnya, kebijakan itu bukan hanya tidak membuahkan hasil, tetapi juga memperdalam perpecahan politik dalam negeri terkait isu-isu strategis yang tidak dapat dikompromikan.

“Perbedaan kami dengan pemerintah dan pihak-pihak yang memilih konfrontasi terhadap perlawanan sangat mendasar dan serius,” ujarnya.

Meski demikian, Fayyad menegaskan pendukung perlawanan tetap berkomitmen menjaga stabilitas nasional dengan menghindari polarisasi sektarian maupun konflik internal.

Penarikan Hanya Ilusi

Fayyad menuduh Israel berupaya menciptakan kesan seolah-olah telah menarik pasukannya dari Lebanon, padahal wilayah yang diklaim telah ditinggalkan bukanlah kawasan yang sebelumnya berada di bawah pendudukan.

Ia mengatakan pemerintah Lebanon sedang memasarkan “keberhasilan kosong” melalui penerimaan kesepakatan dengan Israel di wilayah utara Sungai Litani tanpa jaminan apa pun, sementara Israel tetap bersikeras mempertahankan kehadirannya di wilayah Lebanon yang masih diduduki.

Pernyataan senada disampaikan anggota senior Hizbullah, Hasan Fadlallah, yang menegaskan Israel sama sekali belum menarik pasukannya dari wilayah pendudukan di Lebanon selatan.

Menurut Fadlallah, yang terjadi hanyalah penguatan kehadiran Angkatan Bersenjata Lebanon di desa-desa dan kota-kota yang telah dibebaskan sebelumnya berkat pengorbanan para syuhada dan pejuang perlawanan, wilayah yang sejak awal gagal dikuasai secara permanen oleh Israel.

Ia juga menyinggung insiden ketika tentara Lebanon berupaya bergerak melampaui kawasan Zawtar Barat, namun mendapat tembakan dari pasukan Israel. Di saat yang sama, pemerintah Lebanon dinilai tetap bungkam, sementara Israel justru mengklaim tentara Lebanon hanya berhasil maju sekitar 100 meter.

Fadlallah menegaskan pengerahan tentara Lebanon di Zawtar Barat sama sekali tidak dapat dimaknai sebagai penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon.

“Pertunjukan yang dipromosikan pemerintah sebagai keberhasilan dari kesepakatan dengan musuh Zionis tidak lebih dari klaim yang menyesatkan,” tegasnya.

Menurutnya, penempatan tentara Lebanon di wilayah yang sebelumnya telah dibebaskan hanyalah permainan pencitraan yang tidak mengubah situasi di lapangan. Ia menambahkan, apa yang disebut sebagai “kesepakatan kerangka” tidak menghasilkan satu pun penarikan pasukan Israel dari wilayah pendudukan Lebanon, sehingga tidak dapat diklaim sebagai keberhasilan bagi negara tersebut.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *