The Hill: Perang Tarif Trump Jadi Titik Lemah Partai Republik Jelang Pemilu Sela
POROS PERLAWANAN – Kebijakan tarif baru Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap puluhan mitra dagang dinilai berpotensi menjadi beban politik bagi Partai Republik menjelang pemilu sela Kongres. Di tengah kekhawatiran publik terhadap inflasi dan meningkatnya biaya hidup, Partai Demokrat menjadikan kebijakan perdagangan Trump sebagai salah satu senjata utama dalam menyerang pemerintahan.
Mengutip laporan The Hill yang diberitakan Fars News Agency, Minggu (26/7/2026), pemerintahan Trump mengumumkan tarif impor dua digit terhadap produk dari 60 mitra dagang Amerika Serikat dengan dalih pelanggaran aturan mengenai kerja paksa. Kebijakan tersebut mulai berlaku pada Jumat dini hari.
Gedung Putih juga menetapkan tarif 50 persen terhadap sejumlah barang impor asal Kanada. Sementara itu, Trump mengancam akan mengenakan tarif “berat” kepada Uni Eropa sebagai balasan atas denda sebesar US$1 miliar yang dijatuhkan kepada Google.
Menurut The Hill, kebijakan tersebut muncul ketika Partai Republik telah menghadapi tekanan akibat memburuknya persepsi publik terhadap kondisi ekonomi. Survei Fox News menunjukkan hanya 33 persen pemilih yang menyetujui kinerja Trump di bidang ekonomi.
Survei Economist/YouGov juga mencatat 47 persen warga Amerika menilai kondisi ekonomi saat ini buruk, angka tertinggi sejak 2023. Sementara itu, jajak pendapat YouGov lainnya menunjukkan 46 persen responden meyakini tarif Trump telah menaikkan harga barang secara signifikan, sedangkan 26 persen menilai dampaknya cukup terasa terhadap kenaikan harga.
Marc Short, mantan Kepala Staf Wakil Presiden AS Mike Pence, memperingatkan bahwa kebijakan tarif Trump akan menimbulkan konsekuensi politik bagi Partai Republik. Menurutnya, merosotnya tingkat kepercayaan publik terhadap kinerja ekonomi presiden merupakan cerminan langsung dari kebijakan perdagangannya.
Di sisi lain, Partai Demokrat memanfaatkan isu tersebut sebagai bahan serangan politik. Gubernur California Gavin Newsom menilai tarif baru itu secara langsung akan meningkatkan biaya hidup masyarakat Amerika.
Selain tekanan politik, pemerintahan Trump juga mulai menghadapi tantangan hukum. Sejumlah pelaku usaha kecil di Amerika Serikat mengajukan gugatan yang mempertanyakan legalitas kebijakan tarif baru tersebut.
The Hill menyimpulkan bahwa meningkatnya tekanan politik, memburuknya persepsi publik terhadap ekonomi, serta gugatan hukum terhadap kebijakan tarif berpotensi menjadikan perang tarif sebagai salah satu titik paling rentan bagi Partai Republik menjelang pemilu sela Kongres.
