Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Balas Penghina Hizbullah, Mufti Jaafari Lebanon: Kanker Akut Sebenarnya adalah AS si Pecundang di Afghanistan

POROS PERLAWANAN – Senator AS, Richard Bluementhal merilis statemen penghinaan terhadap Hizbullah. Ia berkata, ”Hizbullah adalah kanker akut yang harus dilenyapkan.”

Statemen ini disampaikan Bluementhal saat ia bersama rombongannya dari AS hendak meninggalkan bandara Beirut pada Rabu 1 September kemarin.

Dilansir Fars, Mufti Jaafari Lebanon, Syekh Ahmad Qablan tak tinggal diam dan menanggapi statemen Bluementhal. Ia mengatakan, ”Beirut tidak membutuhkan air mata para pecundang di Afghanistan (mengacu kepada hengkangnya Tentara AS dari negara itu). Senator Bluementhal seharusnya menangis dan meratapi kekalahan AS di Afghanistan, bukan di sini.”

Al-Manar melaporkan, Syekh Qablan menambahkan, ”Hizbullah adalah kebanggaan Lebanon serta simbol kedaulatan dan kemerdekaannya. Hizbullah adalah faktor vital dan urgen untuk eksistensi serta kelanggengan Lebanon.”

“Jika ada kanker akut di dunia dan Lebanon, itu adalah AS dan para kaki tangannya. Andai Setan memberikan hadiah, AS pantas mendapatkan hadiah itu darinya,” tandas Syekh Qablan.

Terkait kapal-kapal tanker yang membawa BBM dari Iran ke Lebanon, ia berkata, ”Lebanon paling membutuhkan BBM Iran, sebab nasib Lebanon ditentukan oleh pipa-pipa minyak Iran, bukan oleh sarang-sarang Washington (di Lebanon) yang memimpin kampanye embargo untuk menundukkan Lebanon dan rakyatnya.”

Bluementhal mengklaim, AS bisa memenuhi kebutuhan BBM Lebanon, sehingga tak ada alasan untuk mengimpornya dari Iran.

Sebelum ini, Dubes AS Dorothy Shea memberitahu Presiden Lebanon, Michel Aoun bahwa Pemerintah AS siap memasok listrik dari Yordania dan gas dari Mesir untuk Lebanon.

Anggota Parlemen Lebanon, Cesar Maalouf menanggapi pedas tawaran AS itu. Menyindir Shea, ia berkata, ”Selamat tidur… Engkau sudah sangat terlambat. Lebanon sudah tenggelam sejak lama.”

“Dalam krisis ini terlihat jelas siapa kawan dan musuh Lebanon… Kawan adalah yang membantu negara kita,” katanya kepada al-Mayadeen

Mantan legislator Lebanon, Emil Lahoud menyatakan, Iran patut mendapat ucapan terima kasih, karena bantuan untuk Lebanon dalam situasi sulit saat ini layak diapresiasi.

“Pihak-pihak seperti Uni Eropa, Prancis, dan AS, yang berlagak menangisi kondisi Lebanon, seharusnya juga membantu negara ini seperti Iran,” tandas Lahoud.

Tags: