Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Abaikan Permintaan AS, Argentina Izinkan Lepas Landas Kru Pesawat Venezuela

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, pejabat pengadilan Argentina mengatakan lima awak yang tersisa dari pesawat kargo Venezuela yang ditahan sejak Juni telah diberikan izin untuk meninggalkan negara itu.

Para pejabat di Pengadilan Banding Federal La Plata mengatakan kepada media lokal pada Jumat bahwa lima orang yang tersisa, termasuk tiga warga Iran dan dua warga Venezuela, adalah bagian dari kelompok 19 awak pesawat kargo Boeing 747 milik perusahaan Venezuela Emtrasur, yang telah dihukum sejak mendarat di Argentina pada 8 Juni karena sanksi ilegal AS.

Hakim Federal, Federico Villena mengatakan bahwa tidak ada dasar untuk menuntut lima orang yang tersisa setelah 14 anggota awak lainnya dibebaskan pada bulan-bulan sebelumnya, tetapi penyelidikan yudisial akan tetap terbuka.

Pesawat, yang dijual oleh perusahaan Iran Mahan Air ke maskapai Venezuela Emtrasur, ditahan oleh pejabat Argentina di Bandara Internasional Ezeiza karena Venezuela dan Iran, yang menandatangani perjanjian kerja sama 20 tahun pada Juni, berada di bawah sanksi AS yang kejam.

Pada awal Agustus, Presiden Venezuela, Nicolas Maduro menuduh AS mencoba “mencuri dari kami sebuah pesawat kargo raksasa dan modern”.

Pesawat Emtrasur yang bermuatan suku cadang mobil, pertama kali memasuki Argentina pada 6 Juni dari Meksiko tetapi tidak dapat mengisi bahan bakar di Ibu Kota Argentina, Buenos Aires, karena sanksi AS terhadap Caracas. Akhirnya, pesawat itu berangkat ke Uruguay dua hari kemudian.

Setelah pihak berwenang Uruguay menolak aksesnya, pesawat terbang kembali ke Argentina di mana awaknya ditahan di sebuah hotel menyusul permintaan dari pengadilan AS.

Salah satu anggota kru Iran yang dibebaskan pada Jumat adalah pilot, Gholamreza Ghasemi, yang juga dituduh oleh pihak berwenang Argentina memiliki hubungan dengan Pasukan Quds dari Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC), yang telah dicap seenaknya sebagai organisasi “teroris” oleh Amerika Serikat.