Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Abdul Malik Al-Houthi: Hizbullah Tidak Sendirian Hadapi Tekanan Saudi-AS-Israel

Al-Houthi: AS Akui Belum Pernah Direndahkan Semacam Ini Sejak Abad 19

POROS PERLAWANAN — Pemimpin Ansharullah Yaman, Sayyid Abdul Malik Al-Houthi menegaskan bahwa Hizbullah tidak sendirian menghadapi tekanan Amerika Serikat, Israel, dan Arab Saudi. Pernyataan itu disampaikan dalam pidato Arbain, pada Sabtu 16 Agustus, di tengah meningkatnya serangan Israel di Lebanon selatan dan langkah Riyadh yang disebut mendukung rencana melemahkan Hizbullah.

Dilansir Tasnim News Agency, Al-Houthi mengecam Pemerintah Lebanon yang menurutnya tunduk pada agenda AS dan Israel.

“Rencana Amerika tidak menguntungkan Lebanon, melainkan membahayakan negara ini, memicu konflik internal, dan menjadikan Pemerintah sebagai alat Israel,” ujarnya.

Ia menyebut sikap tersebut sebagai pengkhianatan terhadap kedaulatan nasional dan rakyat Lebanon.

Arab Saudi, yang sebelumnya dinilai pasif dalam isu Lebanon, kini disebut aktif mendukung oposisi dan berupaya mendorong pelucutan senjata Hizbullah. Kehadiran Pangeran Yazid bin Farhan di Beirut dipandang sebagai bagian dari langkah tersebut. Riyadh menuding dukungan Hizbullah terhadap Ansharullah Yaman sebagai faktor yang memperkuat serangan rudal dan drone Yaman hingga memaksa Saudi menghentikan perang.

Di sisi lain, Iran menunjukkan dukungan terbuka terhadap Hizbullah. Kunjungan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, ke Beirut untuk bertemu Ketua Parlemen, Nabih Berri dan Sekretaris Jenderal Hizbullah, Syekh Naim Qasim dipandang sebagai pesan jelas kepada Riyadh bahwa Teheran tidak akan mundur dari dukungan terhadap Perlawanan Lebanon.

Media Lebanon Al-Akhbar melaporkan bahwa Kedutaan Besar Saudi di Beirut berupaya mencari detail kunjungan Larijani. Media itu menilai kunjungan tersebut, bersamaan dengan pidato Al-Houthi, adalah sinyal ganda bahwa Hizbullah mendapat dukungan penuh dari Poros Perlawanan.

Sikap terbaru Ansharullah ini menjadi yang pertama kali secara terbuka diarahkan pada isu Lebanon. Pesannya tegas: Hizbullah tidak sendirian, dan upaya musuh-musuhnya untuk mengepung Perlawanan Lebanon dipastikan gagal.

Tags: