Al-Houthi: Pesan Kami kepada Amerika Bukan Dialog atau Negosiasi, Tapi Rudal dan Drone
POROS PERLAWANAN – Pemimpin Dewan Politik Tertinggi Yaman, Muhammad Ali Al-Houthi menyatakan kesiapan negaranya untuk menghadapi setiap ancaman atau agresi. Ia juga menegaskan Yaman tidak akan mundur dalam mendukung Palestina, bahkan bersedia membantu Suriah jika rakyatnya memutuskan untuk melawan Israel.
Dukungan Yaman untuk Gaza
Al-Houthi menampar koalisi Amerika, Saudi, dan UEA yang bertanggung jawab atas berbagai kejahatan perang yang sebelumnya dilakukan di Yaman, kini serupa dengan pembantaian di Gaza. Menurutnya, kekuatan Barat tidak memiliki hak atau kemampuan untuk menahan Yaman dalam memberikan dukungan kepada Palestina.
Ia juga mengungkapkan anggaran negara-negara Teluk Arab yang dikeluarkan untuk membeli senjata Amerika sejak 2015 jauh melampaui dana yang dikeluarkan Washington untuk melindungi kepentingan Israel.
“Jika Amerika ingin kami berhenti mendukung Gaza, mereka harus terlebih dahulu menghentikan agresi terhadap wilayah tersebut,” tegasnya.
Lebih lanjut, Al-Houthi memperingatkan ancaman atau aksi Israel terhadap Yaman tidak akan menghentikan operasi militer negaranya. Ia menyebut intimidasi rezim Zionis tidak berarti apa-apa bagi Yaman.
Serangan Israel ke Al-Hudaydah Gagal
Di sisi lain, ia menambahkan Israel secara terbuka mengakui bahwa serangan mereka terhadap pelabuhan strategis Al-Hudaydah tidak mampu memutus dukungan logistik Yaman kepada Gaza. Hal ini, menurutnya, menunjukkan kegagalan strategi militer Israel di Kawasan.
Komitmen terhadap Palestina dan Respons terhadap Situasi Suriah
Al-Houthi juga menyampaikan bahwa perkembangan konflik di Suriah tidak akan memengaruhi komitmen Yaman terhadap perjuangan Palestina, dan menegaskan kesiapan Yaman untuk membantu rakyat Suriah jika mereka memutuskan untuk menghadapi Israel.
Dalam kesempatan yang sama, Al-Houthi mengecam perang propaganda yang ditujukan kepada rakyat Yaman pascakondisi perkembangan terakhir di Suriah. Menurutnya, Revolusi Yaman tetap berjalan dan telah mengorbankan banyak hal demi mengusir para penjajah.
“Saat ini, kami berada dalam masa pengurangan eskalasi. Namun, jika agresi terhadap Yaman kembali terjadi, kami akan merespons dengan tegas dan tanpa ragu,” ujarnya.
Tidak Ada Batas dalam Melawan Zionisme
Lebih jauh, Al-Houthi menandaskan Yaman tidak mengenal batas atau pantangan dalam melawan Israel. Ia juga menuding Amerika Serikat menggunakan strategi usang untuk menekan Yaman, yang menurutnya tidak akan efektif.
“Pesan kami kepada Amerika bukanlah negosiasi, tetapi rudal dan drone,” pungkasnya.
