Sekjen Organisasi Badr Irak: Kami Tidak Akan Tinggal Diam Saksikan Pendudukan Wilayah Suriah oleh Zionis Israel
POROS PERLAWANAN – Sekretaris Jenderal Organisasi Badr Irak, Hadi Al-Amiri menegaskan dukungannya untuk rakyat Suriah dan menyatakan pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap pendudukan wilayah Suriah oleh rezim Zionis Israel.
Rezim Zionis sebagai Cerminan Diktator Barat
Dalam pidatonya pada Selasa 17 Desember, Al-Amiri menyebut bahwa keberadaan rezim Zionis adalah hasil dan cerminan dari kebijakan diktator negara-negara Barat. Dia menyebut Organisasi Badr selama ini telah bertindak melampaui batasan sektarian atau agama, yang telah dibuktikan melalui perjuangannya melawan kelompok teroris ISIS dan dukungannya terhadap Gaza.
Dukungan untuk Suriah
Saat berbicara di Pusat Studi dan Penelitian Strategis Irak itu, Al-Amiri menyatakan, “Sayyid Hasan Nasrallah adalah martir bagi Gaza. Saat ini, kami tidak dapat diam atas pendudukan tanah Suriah. Kami akan mendukung rakyat Suriah.”
Pernyataan Al-Amiri ini datang di tengah laporan bahwa pasukan Israel telah maju sejauh 9 kilometer ke dalam Provinsi Daraa di selatan Suriah. Sumber-sumber berita melaporkan Militer Israel, setelah menduduki desa Kouya, telah mencapai bendungan Al-Wahda yang terletak di perbatasan Suriah dan Yordania.
Upaya Zionis di Wilayah Daraa
Dilaporkan pula pada Minggu lalu, sejumlah perwira Israel mengadakan pertemuan dengan kepala suku di wilayah Daraa. Pertemuan tersebut bertepatan dengan rencana Militer Israel untuk memasuki beberapa kota di kawasan lembah Yarmouk. Dalam pertemuan itu, rezim Zionis meminta para kepala suku untuk menghentikan seluruh aksi bersenjata di desa Kouya, yang merupakan bagian dari wilayah lembah Yarmouk.
Kritik terhadap Normalisasi dengan Israel
Al-Amiri mengkritik keras kesepakatan-kesepakatan rahasia dengan Israel, yang ia sebut sebagai “aib besar bagi dunia Islam”. Ia juga menekankan pentingnya situasi kondusif di perbatasan Irak-Suriah, seraya menyebut dirinya telah melakukan beberapa kunjungan lapangan dan memastikan bahwa keadaan di perbatasan tersebut saat ini aman.
Kekhawatiran terhadap Suriah
Lebih lanjut, Al-Amiri mengungkapkan kekhawatirannya terhadap keberadaan kelompok teroris di Suriah. Dan memperingatkan kemungkinan Suriah menjadi seperti Libya, sebuah negara yang terjebak dalam kekacauan pascaperang.
“Kami khawatir bahwa perbedaan ideologi dan kepentingan negara-negara asing akan memperburuk situasi di Suriah,” katanya.
Al-Amiri juga menyoroti adanya pihak-pihak tertentu yang sengaja ingin memperpanjang konflik dan ketidakstabilan di negara tersebut.
