Loading

Ketik untuk mencari

Amerika Asia Barat

Analis Arab Tegaskan Biden Tak Lebih Baik dari Trump dan Ingatkan AS sebagai Pangkal Bencana di Timteng

Analis Arab Tegaskan Biden Tak Lebih Baik dari Trump dan Ingatkan AS sebagai Pangkal Bencana di Timteng

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, harian Middle East Online (MEO) memuat tulisan seorang analis Dunia Arab, Suhair Abu Uqsha Daud, terkait Pilpres AS dan pengaruhnya untuk Timteng.

Menurut MEO, Pilpres AS berlangsung di saat negara tersebut tengah menghadapi banyak problem ekonomi, keamanan, dan kesehatan, baik di luar maupun di dalam.

MEO menyatakan, saat ini AS dipimpin Donald Trump, orang yang dengan kebijakan-kebijakannya telah mengabaikan para sekutu tradisional AS di Eropa, seperti Jerman dan Prancis. Namun, lebih dari Presiden AS lain, ia menunjukkan “ketulusan” untuk Rezim Zionis.

“Tidak ada bukti bahwa dibandingkan Trump, Joe Biden lebih baik bagi Timteng. (Jika Anda berpikir sebaliknya) lihatlah kepada kerusakan-kerusakan yang telah ditinggalkan Barack Obama (di Timteng).”

“Jumlah orang yang ingin Trump kalah, lebih banyak dari pihak yang menghendaki kemenangannya. Meski Trump memberlakukan kebijakan anti-imigran dan anti-Muslim, namun (mayoritas) negara Arab justru mendekatinya demi menormalisasi hubungan dengan Rezim Zionis”, tulis MEO.

Menurut MEO, Trump dalam kampanyenya tahun 2016 mengangkat isu keluarnya AS dari JCPOA dan pemindahan Kedubes dari Tel Aviv ke Quds.

Situs ini menegaskan, kalau pun Biden yang menang, tidak akan ada perubahan dalam dua hal ini, sebab “Biden adalah sekutu lama Israel, dan Kedubes AS juga tak akan dikembalikan ke Tel Aviv.”

MEO melanjutkan, AS telah menjadi lebih lemah di masa Obama, yang tidak hanya menderita kegagalan dalam kebijakan luar negerinya terkait Suriah dan Timteng, tapi juga telah menyebabkan kondisi Kawasan kian karut marut.

“Jika George Bush adalah salah satu faktor invasi dan kehancuran Irak, Obama, yang telah mendapatkan Nobel Perdamaian, adalah dalang utama kehancuran Timteng dan perubahan kawasan ini menjadi pusat kelompok takfiri,” tandas MEO.

“Orang-orang Arab yang membenci AS dan Trump, hendaknya jangan terbuai khayalan bahwa Biden akan menjadi sekutu mereka. Timteng telah menjadi korban perseteruan antara kekuatan-kekuatan regional dan internasional lantaran kelembekan dan kelemahan Arab.

Meski ada intervensi di Kawasan dan keberadaan Rezim Zionis, orang-orang Arab adalah pihak yang paling pantas disalahkan atas kondisi di Timteng.

Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan hanya isu Palestina, tapi semua isu penting di Timteng pun akan lenyap tak berbekas”, pungkas MEO.

Tags: