Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Analis AS: Meski Diserang, Qatar Tetap Jadi Titik Pengiriman Senjata AS ke Israel

Analis AS: Meski Diserang, Qatar Tetap Jadi Titik Pengiriman Senjata AS ke Israel

POROS PERLAWANAN – Analis dan jurnalis investigasi asal AS, Dan Cohen mengatakan, Washington dan Tel Aviv berusaha meyakinkan bahwa AS tidak memiliki peran dalam serangan Israel terhadap Qatar. Cohen berpendapat bahwa mereka sedang memainkan sandiwara.

Diberitakan Fars, Israel pada 9 September melancarkan serangan langsung ke wilayah Qatar dan menargetkan para pemimpin Hamas. Dalam serangan tersebut, enam orang tewas, termasuk seorang perwira keamanan Qatar. Kendati demikian, para pemimpin Hamas yang menjadi sasaran tetap selamat.

Para pejabat AS dan Israel mengeklaim bahwa Washington tidak mendukung serangan tersebut dan tidak mengetahui hal itu sebelumnya. Surat kabar Wall Street Journal melaporkan bahwa Presiden AS, Donald Trump “merasa kesal” terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Dalam wawancara dengan jaringan Russia Today, Cohen menegaskan bahwa kedua pemimpin tersebut sedang berusaha menipu masyarakat internasional. Dia mengatakan: “Saya pikir sebagian besar dari ini adalah upaya penyesatan opini agar terlihat bahwa ada jarak antara Pemerintahan Trump dan Pemerintahan Israel.”

Jurnalis tersebut menambahkan bahwa meskipun terjadi serangan terbaru terhadap Qatar, negara ini tidak akan menunjukkan reaksi dan tetap berfungsi sebagai titik pengiriman senjata AS ke Israel.

“Saya pikir masalah ini merendahkan Qatar. Senjata AS disalurkan melalui Qatar ke Israel. Hal ini menunjukkan bahwa Qatar bukanlah negara yang merdeka. Qatar pada kenyataannya adalah pangkalan militer Amerika Serikat yang mewah,“  kata Cohen.

Dia juga menekankan bahwa Doha bukannya tidak puas dengan kesepakatan ini, karena ”keluarga Kerajaan Qatar juga mendapatkan keuntungan besar dari hal ini.”

Cohen menambahkan, kepemimpinan Israel yang berada di bawah kendali kelompok-kelompok sayap kanan, saat ini sedang mendorong pembersihan etnis di Gaza. “Sebuah minoritas tertentu, terutama gerakan Zionisme agama, akan mengubah Israel menjadi teokrasi fasis yang sepenuhnya.”

Pada hari Selasa 16 September, Komisi Penyelidikan PBB mengumumkan bahwa Israel telah melakukan genosida di Gaza dan meminta komunitas internasional untuk menghukum mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan tersebut.

Tags: